Wali Kota Solo Enggan Ikut Surati Presiden Terkait UU Omnibus Law

Minggu, 11 Oktober 2020 - 17:01 WIB
loading...
Wali Kota Solo Enggan...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews/dok
A A A
SOLO - Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy) tidak akan menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait desakan pembatalan Undang-undang Omnibus Law.

Alasannya, sejumlah kepala daerah sudah mengirimkan surat terkait aspirasi untuk membatalkan UU Cipta Kerja tersebut.

“Kalau sudah ada yang buat kenapa harus buat lagi. Salah satu membuat kan sama saja kok. Seluruh Indonesia kan sama penolakan semua,” kata Rudy, Minggu (11/10/2020).

Menurutnya, meski dirinya di demo pun juga tidak dapat merubah kebijakan. Namun, kata dia, aspirasi yang disampaikan wajib untuk diteruskan.

Seperti yang dilakukan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang mengirimkan surat ke Presiden, dinilai sebagai bentuk mengelola aspirasi.

Langkah itu, jelas dia, dinilai sah saja karena selaku kepala daerah harus mau dan mampu mengelola aspirasi masyarakatnya. (Baca juga: Kumpulkan Serikat Pekerja, Ganjar Ajak Tukar Pikiran RUU Cipta Kerja)

Untuk Kota Solo, pihaknya taat dan patuh kepada Gubernur Jawa Tengah. Namun, pihaknya mengingatkan apabila sudah disahkan DPR, maka langkah konstitusi yang bisa diambil adalah melakukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK).

UU Cipta Kerja, lanjutnya, belum sepenuhnya dapat dijalankan karena belum ada Peraturan Presiden, Peraturan Menteri sebagai tindaklanjut. (Baca juga: Demo Tolak UU Cipta Kerja, Polda Jateng Khawatirkan Munculnya Klaster Baru COVID-19)

Pemkot Solo, kata dia, akan melakukan pertemuan tripartit dengan buruh untuk menyampaikan aspirasi. “Saya sendiri juga mantan buruh, harus menghargai beliau-beliau (para buruh) juga,” ucap Rudy.
(boy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ada Demo Buruh di Kemnaker,...
Ada Demo Buruh di Kemnaker, Pengendara Diimbau Gunakan Jalur Alternatif
Dalang Rencana Anarkis...
Dalang Rencana Anarkis Aksi May Day di Jakarta Diburu
Berniat Bikin Rusuh...
Berniat Bikin Rusuh Hari Buruh di Jakarta, 101 Orang yang Ditangkap Tak Bakal Ditahan
Polisi Buru Donatur...
Polisi Buru Donatur Kelompok yang Hendak Bikin Rusuh Hari Buruh di Jakarta
Hari Buruh 2026, Fahira...
Hari Buruh 2026, Fahira Idris Sampaikan 5 Tantangan ke Depan
Hari Buruh 2026 Kondusif,...
Hari Buruh 2026 Kondusif, Lemkapi Apresiasi Kinerja Polri
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
Kisah Ristiana Artanti,...
Kisah Ristiana Artanti, Anak Buruh Proyek yang Berhasil Kuliah Gratis di UGM
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Rekomendasi
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Putusan PTUN Tegaskan...
Putusan PTUN Tegaskan Keabsahan SK Menkum, Kepemimpinan Mardiono sebagai Ketum PPP Sah
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Berita Terkini
Polisi Tangkap Taufik...
Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penganiaya Pacar di Bandung lewat Transaksi Belanja
DPW Partai Perindo DKI...
DPW Partai Perindo DKI Launching Warkop Aspirasa, Gelar Diskusi Refleksi 499 Tahun Jakarta
Taufik Hidayat Penyekap...
Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Pacar Tertawa saat Digiring ke Polda Jabar
Guru MI di Karawang...
Guru MI di Karawang Dilatih Kuasai E-LKPD Berbasis STEM
Peserta Jumtek PMR-Relawan...
Peserta Jumtek PMR-Relawan Antusias Adu Tangkas Tandu Darurat hingga Belajar Bahasa Isyarat
Ketua PMI DKI Jakarta:...
Ketua PMI DKI Jakarta: Relawan Muda Garda Terdepan yang Siap Go Internasional
Infografis
8 Agenda Prioritas Presiden...
8 Agenda Prioritas Presiden Prabowo Subianto di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved