Media Online Diharapkan Mampu Berperan Aktif Menekan Berita Hoaks
Minggu, 11 Oktober 2020 - 14:25 WIB
loading...
A
A
A
Kesepuluh konstituen itu diantaranya, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Serikat Penerbit Pers (SPS), Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI).
Kemudian, Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI), Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), Pewarta Foto Indonesia (PFI), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI). (BACA JUGA: Kerugian Imbas Aksi Tolak UU Cipta Kerja di Jakarta Mencapai Rp65 M)
David menjelaskan, saat ini SMSI telah memiliki sebanyak 100 anggota media siber di Sumut. Dia menyatakan, menjadi anggota di SMSI bukan orangnya, akan tetapi medianya. Ia berharap, SMSI mampu menjembatani dan membentengi merebaknya penyalahgunaan media siber dan berita bohong.
"Kita tidak ingin penyalahgunaan media siber dan berita hoaks menyebabkan pandangan negatif di masyarakat terhadap media. Untuk itu, perlu peran insan media dalam menyikapi penyalahgunaan media siber dan berita hoaks," tegas pria yang akrab disapa David Kaka ini.
Kemudian, Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI), Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), Pewarta Foto Indonesia (PFI), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI). (BACA JUGA: Kerugian Imbas Aksi Tolak UU Cipta Kerja di Jakarta Mencapai Rp65 M)
David menjelaskan, saat ini SMSI telah memiliki sebanyak 100 anggota media siber di Sumut. Dia menyatakan, menjadi anggota di SMSI bukan orangnya, akan tetapi medianya. Ia berharap, SMSI mampu menjembatani dan membentengi merebaknya penyalahgunaan media siber dan berita bohong.
"Kita tidak ingin penyalahgunaan media siber dan berita hoaks menyebabkan pandangan negatif di masyarakat terhadap media. Untuk itu, perlu peran insan media dalam menyikapi penyalahgunaan media siber dan berita hoaks," tegas pria yang akrab disapa David Kaka ini.
(vit)
Lihat Juga :