Membelot, Puluhan Mantan Pengurus PAC PDIP Dukung Azis-Haris

loading...
Membelot, Puluhan Mantan Pengurus PAC PDIP Dukung Azis-Haris
Puluhan mantan pengurus PAC PDIP memberikan dukungan kepada pasangan Azis Rismaya-Haris Sanjaya di Pilkada Kabupaten Tasikmalaya. Foto/SINDOnews/Asep Juhariyono
TASIKMALAYA - Perhelatan politik Pilkada di Kabupaten Tasikmalaya, kini mulai memanas, meskipun kampanye digelar pada saat masa Pandemi COVID-19 oleh keempat pasangan calon yang sudah ditetapkan KPU Kabupaten Tasikmalaya. (Baca juga: Usai Salat Jumat Berjamaah, Mahasiswa dan Polisi Bentrok di NTT)

Sedikitnya ada 22 mantan pengurus sekaligus kader aktif PDIP Kabupaten Tasikmalaya, mendeklarasikan diri dan beralih dukungan ke pasangan calon nomor urut 1, Azis Rismaya-Haris Sanjaya, yang diusung oleh Partai Gerindra dan Demokrat. Sementara, PDIP berkoalisi dengan PPP dan mengusung pasangan calon petahana Ade Sugianto-Cecep Nurul Yakin.

"Deklarasi ini memang muncul dari hati nurani, meski awalnya hanya enam orang kader PDIP, namun ternyata seiring waktu pemikiran ini sama dengan para mantan pengurus PAC PDIP yang merasakan kekecewaan terhadap calon petahana sekaligus Ketua DPC PDIP Kabupaten Tasikmalaya, Ade Sugianto," jelas Kokon Somantri, saat memimpin deklarasi kader PDIP lengkap memakai seragam partainya mendukung pasangan nomor urut 1, Azis-Haris, Jumat (9/10/2020).

(Baca juga: Ini Alasan UGM Tunjuk Bambang Purwoko Jadi TGPF Intan Jaya)



Sebelum melakukan deklarasi, untuk mendukung pasangan calon yang tak diusung partainya, kata Kokon, pihaknya beberapa kali sudah melakukan musyawarah bersama kader PDIP di beberapa kecamatan lainnya. Hasilnya, ada sebanyak 22 mantan pengurus PAC PDIP di Kabupaten Tasikmalaya, sepakat mengalihkan dukungan ke partai lain pada Pilkada Tasikmalaya 2020.

"Kami selain bentuk kekecewaan, sebanyak 22 mantan PAC PDIP Kabupaten Tasikmalaya ingin ada perubahan pemerintahan di Kabupaten Tasikmalaya yang nantinya bisa lebih menyejahterakan rakyat. Terlebih, sosok yang didukung sekarang dinilai secara ekonomi sudah mapan dan tak butuh lagi memperkaya diri. Jadi, kami meyakini pasangan Azis-Haris jika terpilih nanti akan fokus dengan semua anggaran pemerintah daerah yang akan digunakan hanya untuk masyarakat," ujar dia.

Kokon merasa yakin jika pihaknya dengan seluruh jaringan yang dimiliki oleh para kader PDIP yang ada di 22 kecamatan ini nantinya akan mampu memberikan kemenangan bagi pasangan lain yang tak didukung oleh partainya. Dengan keputusan yang diambil ini pihaknya juga siap menerima konsekuensi yang diberikan partainya karena telah bulat mendukung partai lain.



"Sekarang kami siap menerima apapun konsekuensi dari partai sendiri terhadap kami. Tapi, kami saat ini lebih mementingkan masyarakat di Pilkada Tasikmalaya sekarang," kata dia. (Baca juga: Petugas Gabungan Buru KKB Penembak TGPF di Intan Jaya)

Sementara itu, Calon Bupati Tasikmalaya, Azis Rismaya, mengaku merasa bangga dengan keputusan para kader partai lain yang tak mengusungnya selama ini siap mendukung untuk memenangkan pasangan dirinya pada Pilkada Tasikmalaya.

"Saya mengucapkan terimakasih kepada kader PDIP yang mendukung saya. Saya sekarang sudah ikrar bahwa saya milik rakyat Tasikmalaya dan semua partai dengan niatan maju jadi calon di Pilkada," kata Azis. (Baca juga: 3 Anak-anak Jadi Tersangka Kerusuhan di Yogyakarta)

Sebelumnya KPU Kabupaten Tasikmalaya telah menetapkan empat pasangan calon Pilkada Tasikmalaya, dengan nomor urut 1 pasangan Azis Rizmaya Mahfud-Haris Sanjaya (Demokrat dan Gerindra), nomor urut 2 Ade Sugianto-Cecep Nurul Yakin (PDIP dan PPP), nomor urut 3 Cep Zamzam Nur-Fadil Karsoma (Perseorangan), dan nomor urut 4 Iwan Saputra-Iip Miftahul Paos (Golkar, PKB, PAN, PKS dan Nasdem).
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top