Transmisi Lokal, 4 Orang Kembali Terpapar Corona di Raja Ampat

Rabu, 06 Mei 2020 - 13:01 WIB
loading...
Transmisi Lokal, 4 Orang...
Empat warga di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, per Rabu (6/5) dilaporkan terpapar Virus Corona. Foto/ISt
A A A
WAISAI - Empat warga di kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, per Rabu (6/5) dilaporkan terpapar Virus Corona setelah hasil Sample yang dikirim oleh Tim gugus tugas Covid-19 Raja Ampat selesai diperiksa oleh Labkes Makassar.

Dengan bertambahnya empat orang tersebut per hari ini, Rabu (6/5), maka total warga kabupaten Raja Ampat yang positif terpapar Covid-19 berjumlah 14 orang dari total sebelumnya, yakni 10 orang yang baru saja dirilis oleh tim Satgas pada Selasa (5/5/2020).

Keempat orang yang terpapar virus Corona tersebut dilaporkan menurut data pemeriksaan 64 sample yang dikirim ke Labkes Makassar beberapa waktu lalu.

Keempat orang tersebut berasal dari dua wilayah di Raja Ampat masing-masing dari wilayah Waisilip dan kota Waisai.

Menurut juru bicara Satgas penanganan dan pencegahan Covid-19 kabupaten Raja Ampat, dr.Rosenda, empat orang tersebut masing-masing 4 orang dewasa.

Pertama, perempuan berusia 35 tahun, dari wilayah Puskesmas Waisilip, riwayat kontak dengan pasien positif yang mempunyai riwayat perjalanan dari kota Sorong, status sebelumnya adalah PDP.

Kedua, laki-laki berusia 63 tahun dari wilayah Puskesmas Waisilip, riwayat kontak dengan pasien positif dengan riwayat perjalanan dari kota Sorong, status sebelumnya adalah ODP. Ketiga, perempuan berusia 34 tahun, wilayah Puskesmas Waisai, riwayat kontak dengan kasus confirm tapi sebelumnya adalah ODP.

Terakhir, laki-laki berusia 34 tahun, wilayah Puskesmas Waisai, kontak dengan kasus conform tapi sebelumnya adalah OTG.

"Dari total 63 sample yang sudah dikirim ke laboratorium Makassar, total keseluruhan, dilaporkan 14 orang positif, dan 49 orang negatif,"jelas Rosenda dalam keterangan pers di Waisai, Rabu (6/5/2020).

Terkait adanya indikasi telah terjadi potensi transmisi lokal di kabupaten Raja Ampat, menurut Rosenda, hal tersebut masih di analisis riwayat kontak warga yang terpapar Covid-19 tersebut.

"Untuk transimisi lokal, sedang di analisis kontak-kontaknya (riwayat kontak dengan orang yang terpapar). Karena disebut transmisi lokal jika ada important keys dari luar kemudian menularkan ke satu orang dan berlanjut dari orang yang tertular itu menularkan ke orang lainnya, hal itu baru dapat disimpulkan telah terjadi transimisi lokal."jelas dr. Rosenda.

Menurut Rosenda, dari hasil sementara analisis tim Satgas Covid-19 kabupaten Raja Ampat.

"Dari 14 orang ini, setelah digali lagi riwayat kontak, baru didapatkan penularan terjadi dari important keys kepada orang-orang tersebut."ujarnya.

Kondisi kesehatan keempat belas orang tersebut hingga saat ini masih dalam kondisi sehat dan normal.

Rosenda menghimbau Kepada warga kabupaten Raja Ampat tetap menjalankan protokol kesehatan dan mengikuti anjuran Pemerintah soal sosial distancing dan physical distancing.

"Tetap menjalankan sosial distancing, physical distancing, perilaku hidup bersih dan sehat, cuci tangan dengan air mengalir dengan sabun, serta etika batuk, tetap melakukan anjuran Pemerintah, bekerja dari rumah, belajar dari rumah dan beribadah dari rumah."tandasnya

Berdasarkan peta pesebaran Covid-19 hasil rilis tim Satgas penanganan dan pencegahan Covid-19 kabupaten Raja Ampat, per Rabu 6 Mei 2020, total sampel yang dikirim laboratorium di Makassar sebanyak 63 sampel, 14 diantaranya dinyatakan positif dan 49 negatif.

Sedangkan Orang Tanpa Gejala (OTG) berjumlah 70 orang, yang sedang dalam pemantauan sebanyak 70 orang dan selesai dipantau tidak ada atau kosong.

Sementara untuk ODP berjumlah 89 orang, sementara dipantau 58 dan selesai dipantau 31 orang.

Untuk Pasien Dalam Pemantauan (PDP) berjumlah 5 orang, yang masih dalam pengawasan berjumlah 5 orang, hingga Rabu (6/5).
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Awal Tahun 2022, Sumsel...
Awal Tahun 2022, Sumsel Diprediksi Bebas COVID-19
Kemenkumham Salurkan...
Kemenkumham Salurkan Puluhan Ribu Paket kepada Masyarakat Terdampak COVID-19
Jelang Lebaran, Kota...
Jelang Lebaran, Kota Medan Disemprot Cairan Disinfektan Skala Besar dan Masif
Cegah Virus Varian Baru...
Cegah Virus Varian Baru dari Luar Negeri, Khofifah: 3.636 Pekerja Migran Telah Kami Isolasi
Nikmati Waktu di Rumah...
Nikmati Waktu di Rumah Aja dengan Mocktail Enak dan Menyegarkan
Terkini COVID-19 di...
Terkini COVID-19 di Palembang, 48 Orang Positif Terpapar
Satu Lagi Varian Baru...
Satu Lagi Varian Baru Virus Corona Bikin Was-was Ahli Kesehatan
8 Virus yang Berpotensi...
8 Virus yang Berpotensi Menyebabkan Pandemi, Ancaman bagi Kesehatan Global
Diserang Virus Misterius,...
Diserang Virus Misterius, Warga Kazakhstan Diwajibkan Pakai Masker hingga 2025
Rekomendasi
Kontroversi Wilton Sampaio:...
Kontroversi Wilton Sampaio: Wasit Brasil yang Keluarkan 3 Kartu Merah
UBM Luncurkan AI Tutor...
UBM Luncurkan AI Tutor Terintegrasi dengan Kurikulum OBE Pertama di Indonesia
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Berita Terkini
Mahasiswa Bakal Demo...
Mahasiswa Bakal Demo di 3 Titik Jakarta, Rekayasa Lalin Diberlakukan Situasional
Latja di Polres Malang,...
Latja di Polres Malang, Taruna Akpol Didorong Pahami Implementasi Program Presisi
Partai Perindo NTT Gandeng...
Partai Perindo NTT Gandeng GMIT, Dorong SNI agar UMKM Naik Kelas
Demo Kenaikan Harga...
Demo Kenaikan Harga Pertamax, Aktivis 98: Ada Pergeseran Orientasi Mahasiswa
Pasar Modal Dapat Sentimen...
Pasar Modal Dapat Sentimen Positif, BRI Siap Melaju dengan Fundamental Kuat
Pembangunan Transportasi...
Pembangunan Transportasi Publik Mampu Sejahterakan Warga Daerah
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved