Anak Ikut Demo Diamankan Polisi, Puluhan Orang Tua Geruduk Polrestabes Bandung
Kamis, 08 Oktober 2020 - 15:31 WIB
loading...
A
A
A
AKBP Yade mengemukakan, sebanyak 209 pengunjuk rasa diamankan pascademo ricuh di depan Gedung DPRD Jabar. Delapan orang di antaranya diperiksa penyidik Satreskrim Polrestabes Bandung karena diduga melakukan tindakan anarkistis dan provokasi.
Sedangkan 201 orang lainnya masih didalami peran dan keterlibatannya. "Kami periksa dan pilah. Ada enggak dari anak-anak ini yang berbuat kejahatan saat unjuk rasa kemarin. Jadi kami mohon waktu," ujar Yade.
Salah satu orangtua, Ruli (48) warga Astana Anyar Kota Bandung mengaku mencari anaknya yang masih pelajar SMA berusia 17 tahun. "Saya dapat kabar anak saya di Polrestabes. Dia masih SMA. Katanya mau sama teman-temannya foto-foto demo," ujar Ruli.
Sebelumnya diberitakan, aksi yang digelar di Gedung DPRD Jabar pada Selasa (6/10/2020) dan Rabu (7/10/2020) berujung ricuh. Mulanya, terlihat massa melempari gedung dengan batu dan botol air mineral. Massa pun menggoyang-goyang pagar mendesak masuk ke dalam gedung.
Polisi lalu memukul mundur massa menggunakan water cannon dan gas air mata. Massa berlarian ke berbagai arah. Situasi di depan gedung pun dapat dikendalikan. Akan tetapi, massa ternyata bertahan di Taman Radio, Jalan Dago. Suasana mencekam. Polisi lalu kembali mendesak massa untuk membubarkan diri.
Sedangkan 201 orang lainnya masih didalami peran dan keterlibatannya. "Kami periksa dan pilah. Ada enggak dari anak-anak ini yang berbuat kejahatan saat unjuk rasa kemarin. Jadi kami mohon waktu," ujar Yade.
Salah satu orangtua, Ruli (48) warga Astana Anyar Kota Bandung mengaku mencari anaknya yang masih pelajar SMA berusia 17 tahun. "Saya dapat kabar anak saya di Polrestabes. Dia masih SMA. Katanya mau sama teman-temannya foto-foto demo," ujar Ruli.
Sebelumnya diberitakan, aksi yang digelar di Gedung DPRD Jabar pada Selasa (6/10/2020) dan Rabu (7/10/2020) berujung ricuh. Mulanya, terlihat massa melempari gedung dengan batu dan botol air mineral. Massa pun menggoyang-goyang pagar mendesak masuk ke dalam gedung.
Polisi lalu memukul mundur massa menggunakan water cannon dan gas air mata. Massa berlarian ke berbagai arah. Situasi di depan gedung pun dapat dikendalikan. Akan tetapi, massa ternyata bertahan di Taman Radio, Jalan Dago. Suasana mencekam. Polisi lalu kembali mendesak massa untuk membubarkan diri.
(awd)
Lihat Juga :