Gugus Tugas Tim Perlindungan Anak Bantu Efek Domino COVID-19
Rabu, 06 Mei 2020 - 11:01 WIB
loading...
A
A
A
Yuliati mengatakan, pola mata pencaharian sudah terhenti secara langsung, demikian juga dengan akses bagi mereka juga tertutup. ALIT juga telah melakukan pendampingan pada orang tua yang memiliki warung-warung di sepanjang rel kereta api, mengingat mereka tidak bisa lagi mencari rejeki dengan pembatasan sosial yang kini dijalani. Alhasil semua warung tutup dan tidak ada penghasilan.
“Banyak pemulung yang sudah tidak memperoleh pendapatan. Padahal anak-anak mereka juga butuh makan. Pembatasan sosial memiliki dampak besar bagi mereka. Makanya mereka tidak bisa bergerak lagi untuk mencari pendapatan,” kata dia.
Untuk itu Yuliati mengatakan, dengan adanya gugus tugas tim perlindungan anak maka ketepatan pemberian bantuan dari Pemerintah dapat tersalurkan dengan baik. “Banyak bantuan yang bertebaran, ketepatan dalam menyalurkan bantuan itu menjadi penting. Penerima yang tepat serta efek yang bisa ditimbulkan untuk menjadi triger bagi masyarakat dalam kebangkitan mereka di tengah pandemi COVID-19 ini,” jelas Yuliati.
Ke depan ALIT akan terus bersinergi dengan Pemerintah untuk mendukung anak-anak jalanan dan kalangan miskin terutama di tengah pandemi sehingga seluruh bantuan dapat terdeteksi dan termonitor oleh tingkat terendah.
“Secara internal kami di tiap kabupaten/kota di Jatim, langsung menghubungi Kementrian Desa Tertinggal untuk bisa diajak mengangkat ekonomi warga. Kami bersepakat untuk bisa saling membantu,” pungkas dia.
“Banyak pemulung yang sudah tidak memperoleh pendapatan. Padahal anak-anak mereka juga butuh makan. Pembatasan sosial memiliki dampak besar bagi mereka. Makanya mereka tidak bisa bergerak lagi untuk mencari pendapatan,” kata dia.
Untuk itu Yuliati mengatakan, dengan adanya gugus tugas tim perlindungan anak maka ketepatan pemberian bantuan dari Pemerintah dapat tersalurkan dengan baik. “Banyak bantuan yang bertebaran, ketepatan dalam menyalurkan bantuan itu menjadi penting. Penerima yang tepat serta efek yang bisa ditimbulkan untuk menjadi triger bagi masyarakat dalam kebangkitan mereka di tengah pandemi COVID-19 ini,” jelas Yuliati.
Ke depan ALIT akan terus bersinergi dengan Pemerintah untuk mendukung anak-anak jalanan dan kalangan miskin terutama di tengah pandemi sehingga seluruh bantuan dapat terdeteksi dan termonitor oleh tingkat terendah.
“Secara internal kami di tiap kabupaten/kota di Jatim, langsung menghubungi Kementrian Desa Tertinggal untuk bisa diajak mengangkat ekonomi warga. Kami bersepakat untuk bisa saling membantu,” pungkas dia.
(nth)
Lihat Juga :