Silaturahmi Lintas Tokoh, Menyuarakan Nasionalisme dari Lombok
Selasa, 06 Oktober 2020 - 20:10 WIB
loading...
A
A
A
Dia menyatakan harapannya pendidikan warga Lombok dan NTB menjadi sangat urgen agar menjadi tuan rumah saat semua program besar tersebut terwujud. “Dukungan moral tokoh adat dan tokoh budaya serta tokoh agama sangat penting dalam memperjuangkan nasib masa depan pendidikan anak-anak NTB,” ungkapnya.
Kapolda NTB, Irjen Pol Mohammad Iqbal S.I.K., M.H, menekankan pentingnya menjunjung tinggi kearifan lokal dan adat istiadat yang begitu beragam di Indonesia.
(Baca juga: Pos TNI di Nduga Ditembaki OPM, 1 Warga Sipil Tertembak )
Iqbal menyebutkan, Suku Sasak telah eksis dari zaman nenek moyang dan dikenal berkat keramah tahaman serta keakrabannya, sehingga masyarakat Sasak harus dapat terus menjaga keharmonisan dan kerukunan antar sesama suku dan juga suku-suku lainnya.
“Silaturahim itu penting, oleh karena itu Polri senjatanya bukan KUHP, bukan hukum, borgol, water cannon, bahkan pistol. Namun, senjata paling utama adalah silaturahim dan komunikasi dengan hati yang lurus,” jelas Iqbal.
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah NTB, Ir. Wahyudi Adi Siswanto M.Si, menyampaikan dua hal terkait pentingnya menjalin silaturahim dan kaitan seni budaya dalam penegakkan peraturan-peraturan daerah.
“Pentingnya silaturahim yang merupakan wujud dari kasih sayang ini, jadi sehebat apapun ilmu tertinggi adalah ilmu kasih sayang. Silaturahmi akan mampu memecahkan persoalan seberat apapun,” ungkap Wahyudi.
Wahyudi menyinggung peran penting seni dan budaya dalam proses penegakkan peraturan khususnya di era pandemi COVID-19.
Kapolda NTB, Irjen Pol Mohammad Iqbal S.I.K., M.H, menekankan pentingnya menjunjung tinggi kearifan lokal dan adat istiadat yang begitu beragam di Indonesia.
(Baca juga: Pos TNI di Nduga Ditembaki OPM, 1 Warga Sipil Tertembak )
Iqbal menyebutkan, Suku Sasak telah eksis dari zaman nenek moyang dan dikenal berkat keramah tahaman serta keakrabannya, sehingga masyarakat Sasak harus dapat terus menjaga keharmonisan dan kerukunan antar sesama suku dan juga suku-suku lainnya.
“Silaturahim itu penting, oleh karena itu Polri senjatanya bukan KUHP, bukan hukum, borgol, water cannon, bahkan pistol. Namun, senjata paling utama adalah silaturahim dan komunikasi dengan hati yang lurus,” jelas Iqbal.
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah NTB, Ir. Wahyudi Adi Siswanto M.Si, menyampaikan dua hal terkait pentingnya menjalin silaturahim dan kaitan seni budaya dalam penegakkan peraturan-peraturan daerah.
“Pentingnya silaturahim yang merupakan wujud dari kasih sayang ini, jadi sehebat apapun ilmu tertinggi adalah ilmu kasih sayang. Silaturahmi akan mampu memecahkan persoalan seberat apapun,” ungkap Wahyudi.
Wahyudi menyinggung peran penting seni dan budaya dalam proses penegakkan peraturan khususnya di era pandemi COVID-19.
Lihat Juga :