Pjs Gubernur Kepri Tegaskan Tak Ada Toleransi Kerumunan Massa Pilkada
Selasa, 06 Oktober 2020 - 19:04 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi, tidak boleh ada yang sok paten. Karena tidak ada di antara kita yang pengalaman, maka jangan dianggap hal biasa dan ini memang luar biasa," terangnya.
Bahtiar juga menjelaskan tesisnya mengatakan COVID-19 itu salah satu sumber penularannya adalah kerumunan. Maka kebijakannya adalah dilarang berkerumun. Sebaliknya pemilih Pilkada yang baik itu partisipasi masyarakatnya banyak.
"Artinya lembaga KPU dan Bawaslu tetap kita hormati. Dan kita sepakat bahwa Pilkada kali ini memang berbeda dengan pada tahun 2015, 2017 dan 2018 ini kawan-kawan sudah pengalaman tentang itu," terangnya.
Bahtiar berharap Bawaslu jangan hanya mencatat, tapi melakukan penindakan dan koordinasi dengan penindakan. Karena di situlah pentingnya penegakan hukum tersebut. Begitu ada kejadian kerumunan langsung berkoordinasi segera dengan penegakan hukum untuk diambil tindakan seperti Satpol PP, Kepolisian maupun TNI.
"Memang kita tahu ada keterbatasan teman-teman Bawaslu untuk melakukan itu karena tidak ada kaki dan tangan sebagai kekuatan. Tapi kita ini Pilkada bukan hanya mengontrol tapi mengurusi semuanya di seluruh aktifitas Pilkada baik di dalam kantor-kantor penyelenggara Pemilu maupun terhadap desk masyarakat yang diurus," tegasnya.
Bahtiar juga menjelaskan tesisnya mengatakan COVID-19 itu salah satu sumber penularannya adalah kerumunan. Maka kebijakannya adalah dilarang berkerumun. Sebaliknya pemilih Pilkada yang baik itu partisipasi masyarakatnya banyak.
"Artinya lembaga KPU dan Bawaslu tetap kita hormati. Dan kita sepakat bahwa Pilkada kali ini memang berbeda dengan pada tahun 2015, 2017 dan 2018 ini kawan-kawan sudah pengalaman tentang itu," terangnya.
Bahtiar berharap Bawaslu jangan hanya mencatat, tapi melakukan penindakan dan koordinasi dengan penindakan. Karena di situlah pentingnya penegakan hukum tersebut. Begitu ada kejadian kerumunan langsung berkoordinasi segera dengan penegakan hukum untuk diambil tindakan seperti Satpol PP, Kepolisian maupun TNI.
"Memang kita tahu ada keterbatasan teman-teman Bawaslu untuk melakukan itu karena tidak ada kaki dan tangan sebagai kekuatan. Tapi kita ini Pilkada bukan hanya mengontrol tapi mengurusi semuanya di seluruh aktifitas Pilkada baik di dalam kantor-kantor penyelenggara Pemilu maupun terhadap desk masyarakat yang diurus," tegasnya.
(shf)
Lihat Juga :