Kisah Pilu Bocah dengan Kondisi Disabilitas Ganda di Bekasi
Selasa, 06 Oktober 2020 - 16:05 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan hasil asesmen diketahui Z lahir secara normal dengan berat badan 2,5 gram dan panjang badan 50 cm. Z dilahirkan saat usia kandungan masih 8 bulan sehingga Z mendapatkan beberapa perawatan sesudah dilahirkan dan kemudian Z didiagnosa dokter memiliki penyakit rubella congenital yang menghambat tumbuh kembangnya.
Saat ini, dengan usianya yang menginjak 5 tahun, Z hanya memiliki berat badan 14 kg. Z juga memiliki kekurangan dalam penglihatan dan pendengarannya. Ditambah Z memiliki permasalahan pula pada pencernaannya dimana Z hanya dapat mencerna makanan yang lembut.
Saat berusia 2,5 tahun Yayasan Budha Suci melakukan penggalangan dana melalui kitabisa.com sehingga Z memperoleh alat bantu pendengaran dengan proses implan koklea untuk membantu pendengarannya. Sementara untuk penglihatan, Z dibantu melalui Donasi Optik Tunggal dan telah dilakukan operasi katarak serta diberikan bantuan kaca mata.
Seluruh bantuan yang telah diberikan sayangnya belum dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh Z. (Baca juga: Kemensos Bahas Rencana Pengidap TBC Jadi Komponen Penerima Bansos)
Terdapat beberapa perawatan dan terapi rutin yang wajib dilakukan Z, namun terkendala kondisi ekonomi. Untuk pemanfaatan alat bantu pendengaran, Z rutin harus melakukan terapi auditori visual yang memerlukan biaya baik untuk pelaksanaan terapi maupun transportasi.
Saat ini, dengan usianya yang menginjak 5 tahun, Z hanya memiliki berat badan 14 kg. Z juga memiliki kekurangan dalam penglihatan dan pendengarannya. Ditambah Z memiliki permasalahan pula pada pencernaannya dimana Z hanya dapat mencerna makanan yang lembut.
Saat berusia 2,5 tahun Yayasan Budha Suci melakukan penggalangan dana melalui kitabisa.com sehingga Z memperoleh alat bantu pendengaran dengan proses implan koklea untuk membantu pendengarannya. Sementara untuk penglihatan, Z dibantu melalui Donasi Optik Tunggal dan telah dilakukan operasi katarak serta diberikan bantuan kaca mata.
Seluruh bantuan yang telah diberikan sayangnya belum dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh Z. (Baca juga: Kemensos Bahas Rencana Pengidap TBC Jadi Komponen Penerima Bansos)
Terdapat beberapa perawatan dan terapi rutin yang wajib dilakukan Z, namun terkendala kondisi ekonomi. Untuk pemanfaatan alat bantu pendengaran, Z rutin harus melakukan terapi auditori visual yang memerlukan biaya baik untuk pelaksanaan terapi maupun transportasi.
Lihat Juga :