Kisah Pilu Bocah dengan Kondisi Disabilitas Ganda di Bekasi
Selasa, 06 Oktober 2020 - 16:05 WIB
loading...
Ketua Dharma Wanita Persatuan Kemensos Grace Batubara mendatangi rumah anak untuk melihat, memantau kondisi perkembangan Z serta memberikan bantuan. Foto: Ist
A
A
A
BEKASI - Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial memperoleh laporan pengaduan masyarakat mengenai anak dengan kondisi disabilitas ganda di Kabupaten Bekasi , pada Kamis (1/10/2020) lalu.
Adalah Z, anak laki-laki berusia 5 tahun yang mengalami kesulitan dalam pemenuhan nutrisi dan gizi dan perawatan alat bantu pendengaran sekaligus penglihatan. Sang ayah semula merupakan pekerja pabrik, namun saat ini terpaksa dirumahkan akibat wabah Covid-19.
Berbekal laporan tersebut, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Harry Hikmat memberikan arahan agar kasus ini segera ditangani oleh Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak dan Balai Anak Handayani. (Baca juga: Bagian dari Transparansi Anggaran, Jaksa Agung Diminta Kawal Kemensos)
"Tolong lakukan penelusuran keluarga, pastikan apa kebutuhan anak. Lakukan asesmen dan segera bantu demi kepentingan terbaik anak," ujar Harry, Selasa (6/10/2020).
Selanjutnya, Pekerja Sosial Balai Anak Handayani mengunjungi kediaman anak untuk melakukan asesmen. Didampingi Ketua RT, Faturohman bertemu dengan Z, ayahnya R dan ibunya N.
Adalah Z, anak laki-laki berusia 5 tahun yang mengalami kesulitan dalam pemenuhan nutrisi dan gizi dan perawatan alat bantu pendengaran sekaligus penglihatan. Sang ayah semula merupakan pekerja pabrik, namun saat ini terpaksa dirumahkan akibat wabah Covid-19.
Berbekal laporan tersebut, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Harry Hikmat memberikan arahan agar kasus ini segera ditangani oleh Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak dan Balai Anak Handayani. (Baca juga: Bagian dari Transparansi Anggaran, Jaksa Agung Diminta Kawal Kemensos)
"Tolong lakukan penelusuran keluarga, pastikan apa kebutuhan anak. Lakukan asesmen dan segera bantu demi kepentingan terbaik anak," ujar Harry, Selasa (6/10/2020).
Selanjutnya, Pekerja Sosial Balai Anak Handayani mengunjungi kediaman anak untuk melakukan asesmen. Didampingi Ketua RT, Faturohman bertemu dengan Z, ayahnya R dan ibunya N.
Lihat Juga :