PSI Sesalkan Oknum Lurah Mainkan Isu Politik SARA di Pilkada Tangsel
Selasa, 06 Oktober 2020 - 14:02 WIB
loading...
A
A
A
"Jika ingin melakukan politik praktis, maka baiknya lepas dulu (mengundurkan diri) sebagai ASN baru dapat bebas melakukan politik praktis selayaknya masyarakat biasa. Itu pun tidak boleh menggunakan isu SARA," kata Ferdi. (Baca juga: Hasil Survei, PDIP Teratas, PKS dan PSI Alami Kenaikan Elektabilitas)
Lurah, camat maupun kepala dinas diberikan kewenangan untuk menjadi pemimpin dan pelayan masyarakat di masing masing instansinya untuk dapat bekerja baik sesuai tugas dan fungsinya, bukan malah melakukan provokasi yang mengarah pada isu SARA. Jika ini terbukti benar, maka harus dapat diproses sesuai ketentuan dan hukum berlaku.
"Saya mengimbau semua pihak untuk menghindari isu SARA. Juga mengingatkan semua kontestan untuk tidak menyeret ASN dalam kontestasi politik. Demikian juga agar ASN tetap netral dan tidak melayani tawaran-tawaran siapapun untuk memanfaatkan posisinya sebagai ASN untuk ikut serta dalam kegiatan kampanye," ungkapnya.
Lurah, camat maupun kepala dinas diberikan kewenangan untuk menjadi pemimpin dan pelayan masyarakat di masing masing instansinya untuk dapat bekerja baik sesuai tugas dan fungsinya, bukan malah melakukan provokasi yang mengarah pada isu SARA. Jika ini terbukti benar, maka harus dapat diproses sesuai ketentuan dan hukum berlaku.
"Saya mengimbau semua pihak untuk menghindari isu SARA. Juga mengingatkan semua kontestan untuk tidak menyeret ASN dalam kontestasi politik. Demikian juga agar ASN tetap netral dan tidak melayani tawaran-tawaran siapapun untuk memanfaatkan posisinya sebagai ASN untuk ikut serta dalam kegiatan kampanye," ungkapnya.
(jon)
Lihat Juga :