Aksi Penolakan UU Cipta Kerja di Gejayan Hampir Ricuh
Selasa, 06 Oktober 2020 - 04:47 WIB
loading...
A
A
A
Humas ARB, Lusi mengatakan aksi tersebut spontan untuk merespons pengesahan UU Ciptaker. Sebab perumusan Omnibus Law mengabaikan partisipasi publik, kritik, maupun gelombang protes dari rakyat.
Untuk itu mengajak segenap masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam serangkaian aksi solidaritas penolakan terhadap Omnibus Law.
"Kami akan konsisten menolak UU Ciptaker, baik melalui jalur litigasi maupun non-litigasi. Kami akan terus mengawal tuntutan-tuntutan yang sejauh ini sudah disuarakan," katanya.
Kapolres Sleman AKBP Anton Firmanto mengaku tidak ada pemberitahuan aksi tersebut. Namun aksi masih kondusif, meski massa bertahan setelah melewati batas waktu unjuk rasa pukul 18.00 WIB.(Baca juga : Halim-Joko Diyakini Lebih Energik, Solutip dan Komunikatif )
"Mereka melaksanakan kegiatan secara dadakan. Kami tetap melakukan pengawalan agar penyampaian aksi berlangsung kondusif," jelasnya.
Untuk itu mengajak segenap masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam serangkaian aksi solidaritas penolakan terhadap Omnibus Law.
"Kami akan konsisten menolak UU Ciptaker, baik melalui jalur litigasi maupun non-litigasi. Kami akan terus mengawal tuntutan-tuntutan yang sejauh ini sudah disuarakan," katanya.
Kapolres Sleman AKBP Anton Firmanto mengaku tidak ada pemberitahuan aksi tersebut. Namun aksi masih kondusif, meski massa bertahan setelah melewati batas waktu unjuk rasa pukul 18.00 WIB.(Baca juga : Halim-Joko Diyakini Lebih Energik, Solutip dan Komunikatif )
"Mereka melaksanakan kegiatan secara dadakan. Kami tetap melakukan pengawalan agar penyampaian aksi berlangsung kondusif," jelasnya.
(nun)
Lihat Juga :