Aminullah Wacanakan Peunayong Jadi Kota Tua
Senin, 05 Oktober 2020 - 16:44 WIB
loading...
A
A
A
Hasil lobi dan kemudahan yang disajikan dalam hal perizinan di masanya, banyak investor tertarik untuk menanam saham di Banda Aceh. Bersebelahan dengan Peunayong, di seberang sungai nantinya akan dibangun hotel dan pusat perdagangan yang bangunannya akan menyerupai Twin Tower di Kuala Lumpur, Malaysia atau menara Petronas, tepatnya di bekas terminal Keudah. Ini pun akan mendukung wacananya menjadikan daerah itu sebagai destinasi wisata kota tua.
Aminullah Usman sangat serakah dalam mengejar ketinggalan, apalagi sektor pemberdayaan ekonomi. Dia tak segan-segan menggagas ide-ide baru, mengaitkan segala aktivitas dengan pemberdayaan ekonomi, menciptakan lapangan kerja dan menekan angka kemiskinan.
Baginya, Peunayong sebagai lokasi Kota Tua akan menjadi tempat ruang kumpul di masyarakat tanpa memandang strata tentunya. Dan orang akan datang tidak hanya berwisata sejarah saja, tentunya juga mencari tempat-tempat ikonik. Terus banyak juga kuliner yang istimewa di sana, semua dipadukan dengan sangat unik tentunya.
Namun, mewujudkannya bukanlah hal yang mudah. Menyulap wajah Peunayong yang kini sangat semrawut dan sangat sempit itu merupakan tantangan baginya. Butuh edukasi, pengertian, dan dukungan masyarakat agar semua berjalan dengan lancar.
Tak sedikit tekanan diterimanya. Bukan saja dari dalam daerah, bahkan masyarakat Aceh umumnya juga mengintip Banda Aceh dalam penataannya selama ini. Bagaimana tidak, dibawah nahkodanya bersama Zainal Arifin, butuh gudang baru dalam menyimpan banyak prestasi Kota Banda Aceh yang diraih di kancah Nasional, bahkan banyak pengakuan dari Mancanegara yang membuat ibukota provinsi ini kerap menjadi sorotan. Aminullah dengan tenang mengkonsepkan semuanya.
Aminullah Usman sangat serakah dalam mengejar ketinggalan, apalagi sektor pemberdayaan ekonomi. Dia tak segan-segan menggagas ide-ide baru, mengaitkan segala aktivitas dengan pemberdayaan ekonomi, menciptakan lapangan kerja dan menekan angka kemiskinan.
Baginya, Peunayong sebagai lokasi Kota Tua akan menjadi tempat ruang kumpul di masyarakat tanpa memandang strata tentunya. Dan orang akan datang tidak hanya berwisata sejarah saja, tentunya juga mencari tempat-tempat ikonik. Terus banyak juga kuliner yang istimewa di sana, semua dipadukan dengan sangat unik tentunya.
Namun, mewujudkannya bukanlah hal yang mudah. Menyulap wajah Peunayong yang kini sangat semrawut dan sangat sempit itu merupakan tantangan baginya. Butuh edukasi, pengertian, dan dukungan masyarakat agar semua berjalan dengan lancar.
Tak sedikit tekanan diterimanya. Bukan saja dari dalam daerah, bahkan masyarakat Aceh umumnya juga mengintip Banda Aceh dalam penataannya selama ini. Bagaimana tidak, dibawah nahkodanya bersama Zainal Arifin, butuh gudang baru dalam menyimpan banyak prestasi Kota Banda Aceh yang diraih di kancah Nasional, bahkan banyak pengakuan dari Mancanegara yang membuat ibukota provinsi ini kerap menjadi sorotan. Aminullah dengan tenang mengkonsepkan semuanya.
(atk)