Waspada, Persentase Kematian Anak Terpapar COVID-19 Tinggi

Minggu, 04 Oktober 2020 - 08:10 WIB
loading...
Waspada, Persentase...
PIC Geliat Universitas Airlangga Surabaya, Nyoman Anita Damayanti menjelaskan potensi anak terpapar COVID-19. Foto/SINDOnews/Aan Haryono
A A A
SURABAYA - Puluhan bunda pengajar dari 25 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di wilayah Kota Surabaya, diingatkan agar lebih mewaspadai ancaman serta dampak penyebaran COVID-19 pada anak-anak didiknya. Sebab, tingkat kematian anak penderita COVID-19 di Indonesia, prosentasenya saat ini lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain.

(Baca juga: Istri Nonton Film Bokep Kiriman Teman Laki-laki, Suami Kalap )

Pakar Kesehatan Anak RSUD dr. Soetomo Surabaya, Leny Kartina menuturkan, jika di negara-negara lain prosentase kematian anak-anak yang terpapar COVID-19 antara 0,1-0,2 persen, namun untuk di Indonesia angkanya bahkan mencapai hingga 1,1 persen.

"Jadi di Indonesia itu angkanya lebih tinggi. Ini yang patut diwaspadai. Bunda-bunda PAUD ini memiliki peran yang sangat penting untuk memberikan pemahaman pada masyarakat," ujar Leny saat menjadi pemateri pada pendampingan PAUD secara daring dalam Webinar Gerakan Peduli Ibu dan Anak Sehat Membangun Generasi Cemerlang Berbasis Keluarga (Geliat) Universitas Airlangga, Sabtu (3/10/2020).

Ia melanjutkan, penularan utama COVID-19 kepada anak-anak ini diketahui berasal dari keluarga dekat mereka sendiri, yaitu orang tua atau saudara yang tinggal dalam satu rumah. Ditambah lagi gejala dan klinis anak yang terinfeksi COVID-19 tidak sama persis dengan orang dewasa.

(Baca juga: Sebelum Tewas ASN Kejari Labuhanbatu Dibenamkan ke Lumpur )

"Dari 2.143 anak yang konfirmasi positif dan dilakukan pemeriksaan dalam sebuah penelitian berskala besar menunjukkan, 90 persen diantaranya mempunyai gejala asimtomatis (tidak memberikan gejalan kinis apapun), gejala ringan dan sedang. Ini yang harus diwaspadai. Bunda-bunda PAUD ini yang harus mengenali gejala pada anak-anak yang lebih bervariatif, bias gejala saluran nafas, demam ada diare. Ada juga yang memiliki gejala tidak dijumpai pada orang dewasa, yaitu gejala menyerupai penyakit Kawasaki," jelas Leny.

Gejala penyakit Kawasaki ini menurut Leny, diantaranya kulit anak muncul bercak-bercak merah, bibir pecah-pecah, mata merah hingga kulit ujung jari yang melepuh. Ini yang harus diwaspadai. "Anak balita yang positif COVID-19 juga bias menularkan kepada orang lain melalui feses, urin, saliva. Jadi jangan lupa untuk mencuci tangan sebelum dan setelah mengganti popok bayi," ucapnya.

Kekhawatiran Leny ini juga dikuatkan dengan data yang disajikan oleh person in charge (PIC) Geliat Universitas Airlangga Surabaya, Nyoman Anita Damayanti. (Baca juga: Pemuda Pancasila Pecat Anggotanya yang Tak Dukung Bobby-Aulia )

Menurutnya, data per 15 September 2020 jumlah anak-anak usia 0-9 tahun di Jawa Timur yang positif terinveksi COVID-19 mencapai 1.412 anak. Sementara jumlah anak-anak usia 10-19 tahun yang terpapar COVID-19 mencapai 2.472 anak.

Khusus untuk anak bawah lima tahun atau balita (1-4 tahun) di Jawa Timur yang terkena COVID-19 , hingga 14 Juli 2020, mencapai 170 anak. Meskipun tercatat 39 persen (67 anak) dinyatakan sembuh, namun tingkat kematian mencapai 1 persen (1 anak).

Koordinator Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat Unair Surabaya ini juga memaparkan, masih tingginya prosentase anak-anak usia 12-23 bulan di Indonesia yang tidak mendapatkan imunisasi dasar lengkap (IDL), menambah kerentanan anak terhadap paparan COVID-19 .

(Baca juga: Positif COVID-19, Bupati Bangka Tengah Ibnu Saleh Wafat )

"Padahal imunisasi tersebut dibutuhkan sekali oleh balita, untuk meningkatkan daya tahan tubuh mereka dari berbagai ancaman penyakit yang dapat diatasi dengan imunisasi (PD3I)," jelas Nyoman.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
MNC Peduli Berikan Makanan...
MNC Peduli Berikan Makanan dan Mainan Edukatif ke Posyandu, Orang Tua: Bermanfaat untuk Anak-anak
Dana Desa Jadi Kunci...
Dana Desa Jadi Kunci Masa Depan Lebih Sehat bagi Anak Indonesia
Kemenkes Selidiki Kasus...
Kemenkes Selidiki Kasus Kematian Balita di Sukabumi Akibat Cacingan
400 Peserta Ramaikan...
400 Peserta Ramaikan Pekan Ilmiah Tahunan 2024 IPANI di Bandung
Sun Life Dorong Gaya...
Sun Life Dorong Gaya Hidup Aktif bagi Puluhan Ribu Anak di Manggarai
Viral Mitos Lemak Berbahaya...
Viral Mitos Lemak Berbahaya untuk MPASI Anak, Ini Penjelasan Dokter!
Peringatan WDHD 2026,...
Peringatan WDHD 2026, Orang Tua Diajak Pahami Kesehatan Saluran Cerna Anak
Jangan Paksa Anak Makan...
Jangan Paksa Anak Makan Saat Demam, Ini Penjelasan Dokter!
Rekomendasi
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
Harley-Davidson Berusia...
Harley-Davidson Berusia Hampir 100 Tahun Dimodifikasi Jadi Motor Hybrid
Berita Terkini
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
Infografis
Klasemen Medali SEA...
Klasemen Medali SEA Games 2025 (Jumat 19 Desember Pukul 14.00 WIB)
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved