Geliat Wisata Gunung Bromo di Tengah Pandemi COVID-19
Sabtu, 03 Oktober 2020 - 21:16 WIB
loading...
A
A
A
Sarana dan prasarana di Penanjakan 1 ini cukup lengkap. Seperti kamar mandi, toilet, warung, musholla dan lain sebagainya. Sehingga semua wisatawanpun merasa nyaman selama ada di puncak Penanjakan 1. Setelah selesai beristirahat, perjalanan kembali dilanjutkan dengan naik ke spot Penanjakan 1. Jalannya cukup nyaman karena sudah diaspal. Tepat di spot Penanjakan juga sudah direnovasi sedemikian rupa. Sehingga wisatawan bisa bebas untuk mengambil gambar dan berswafoto dari sudut manapun.
Mengingat masa pandemi COVID-19, para wisatawan diwajibkan untuk tetap mengenakan masker dan jaga jarak. Bahkan di spot Penanjakan, pihak pengelola sudah membuat lingkaran-lingkaran berjarak yang didalamnya bergambar sepatu.(Baca juga : Hari Ini, Kawasan Wisata Gunung Bromo Dibuka Kembali )
Artinya, lingkaran itu menjadi titik berdiri antara satu pengunjung dengan pengunjung lainnya. Begitu pula dengan para pemilik warung dan toko souvenir, semua diwajibkan mengenakan masker.
Salah satu wisatawan asal Surabaya, Lydia mengaku selama masa pandemi ini dirinya baru pertama kali datang ke Bromo. Dia mengetahui Bromo sudah kembali beroperasi dari media massa dan media sosial. Begitu ada waktu luang, diapun menyempatkan diri ke salah satu destinasi wisata utama Jawa Timur (Jatim) tersebut. “Saya sangat sering ke sini (Gunung Bromo). Dalam setahun bisa lebih dari dua tiga kali,” katanya.
Diapun mengapresiasi pihak pengelola yang menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Semua pengunjung dan penjual diwajibkan mengenakan masker. Dari para wisatawan juga sudah tertib untuk menjaga jaga. Di tiap warung dan tempat oleh-oleh maupun souvenir, juga sudah disiapkan tempat mencuci tangan dengan air mengalir. “Saya harap ditengah pandemi COVID-19, wisata Gunung Bromo bisa kembali bangkit,” ujar perempuan berambut lurus ini.(Baca juga : Besok, KLHK Mulai Buka Kawasan Gunung Bromo untuk Wisatawan )
Mengingat masa pandemi COVID-19, para wisatawan diwajibkan untuk tetap mengenakan masker dan jaga jarak. Bahkan di spot Penanjakan, pihak pengelola sudah membuat lingkaran-lingkaran berjarak yang didalamnya bergambar sepatu.(Baca juga : Hari Ini, Kawasan Wisata Gunung Bromo Dibuka Kembali )
Artinya, lingkaran itu menjadi titik berdiri antara satu pengunjung dengan pengunjung lainnya. Begitu pula dengan para pemilik warung dan toko souvenir, semua diwajibkan mengenakan masker.
Salah satu wisatawan asal Surabaya, Lydia mengaku selama masa pandemi ini dirinya baru pertama kali datang ke Bromo. Dia mengetahui Bromo sudah kembali beroperasi dari media massa dan media sosial. Begitu ada waktu luang, diapun menyempatkan diri ke salah satu destinasi wisata utama Jawa Timur (Jatim) tersebut. “Saya sangat sering ke sini (Gunung Bromo). Dalam setahun bisa lebih dari dua tiga kali,” katanya.
Diapun mengapresiasi pihak pengelola yang menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Semua pengunjung dan penjual diwajibkan mengenakan masker. Dari para wisatawan juga sudah tertib untuk menjaga jaga. Di tiap warung dan tempat oleh-oleh maupun souvenir, juga sudah disiapkan tempat mencuci tangan dengan air mengalir. “Saya harap ditengah pandemi COVID-19, wisata Gunung Bromo bisa kembali bangkit,” ujar perempuan berambut lurus ini.(Baca juga : Besok, KLHK Mulai Buka Kawasan Gunung Bromo untuk Wisatawan )
Lihat Juga :