Jalan Mulus Cai Changpan Kabur dari Lapas Kelas I Tangerang
Sabtu, 03 Oktober 2020 - 08:01 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dia, sampai saat ini pihaknya belum mengetahui pasti berapa panjang lubang terowongan air yang dilewati Cai karena lubang sempit dan gelap. "Kita baru ngecek ke lobangnya saja. Karena mau masuk ke dalam juga tidak berani, panjangnya kira-kira 25–26 meter. Sebadanlah, kita tidak tahu di dalam ada apa, tidak ada yang berani, jangan sampai ada korban," jelasnya. (Baca juga: Din Syamsuddin Minta Moeldoko Tak Mudah Lempar Tuduhan)
Petugas gabungan dari Lapas Kelas 1 Tangerang dan petugas kepolisian, menurut dia, menemukan obeng dan pelat kecil milik Cai. Diduga dengan menggunakan alat tersebut, gembong narkotika itu berhasil menggali lubang di bawah kasur dalam selnya dan meloloskan diri melewati terowongan pembuangan air.
"Kalau barang bukti yang ditemukan, obeng dan kayak pelat kecil, dibawa sama teman-teman polres. Saat ini kami masih melakukan pendalaman," kata Jumadi.
Selama 2 tahun di penjara Tangerang, Cai dikenal pendiam. Rupanya diamnya pria tersebut untuk merencanakan pelarian. Saking diam dan kurangnya sosialisasi, ada napi yang tidak mengenal sosok Cai. "Tidak populer karena tidak pernah bergaul ke blok lain, mungkin karena hukuman mati. Berbeda dengan napi yang sering hilir mudik," sambungnya. (Lihat videonya: Janda Bolong Jadi Primadona Saat Pandemi Harganya Mencapai Ratusan Juta)
Jumadi sendiri membantah dugaan adanya keterlibatan petugas jaga atas kaburnya Cai. "Kalau pengamatan kami di lapangan, untuk keterlibatan pegawai tidak ada. Tapi kalau melihat dia, sepertinya pelaku tunggal," ungkapnya.
Lebih jauh Jumadi mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap 13 pegawai lapas, terlebih mereka yang saat kejadian tengah bertugas. “Kita periksa pegawai-pegawai yang masuk malam, lagi diproses. Satu regu ada 13 orang, lagi diperiksa kanwil," tuturnya. (Helmi Syarif/Hasan Kurniawan)
Petugas gabungan dari Lapas Kelas 1 Tangerang dan petugas kepolisian, menurut dia, menemukan obeng dan pelat kecil milik Cai. Diduga dengan menggunakan alat tersebut, gembong narkotika itu berhasil menggali lubang di bawah kasur dalam selnya dan meloloskan diri melewati terowongan pembuangan air.
"Kalau barang bukti yang ditemukan, obeng dan kayak pelat kecil, dibawa sama teman-teman polres. Saat ini kami masih melakukan pendalaman," kata Jumadi.
Selama 2 tahun di penjara Tangerang, Cai dikenal pendiam. Rupanya diamnya pria tersebut untuk merencanakan pelarian. Saking diam dan kurangnya sosialisasi, ada napi yang tidak mengenal sosok Cai. "Tidak populer karena tidak pernah bergaul ke blok lain, mungkin karena hukuman mati. Berbeda dengan napi yang sering hilir mudik," sambungnya. (Lihat videonya: Janda Bolong Jadi Primadona Saat Pandemi Harganya Mencapai Ratusan Juta)
Jumadi sendiri membantah dugaan adanya keterlibatan petugas jaga atas kaburnya Cai. "Kalau pengamatan kami di lapangan, untuk keterlibatan pegawai tidak ada. Tapi kalau melihat dia, sepertinya pelaku tunggal," ungkapnya.
Lebih jauh Jumadi mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap 13 pegawai lapas, terlebih mereka yang saat kejadian tengah bertugas. “Kita periksa pegawai-pegawai yang masuk malam, lagi diproses. Satu regu ada 13 orang, lagi diperiksa kanwil," tuturnya. (Helmi Syarif/Hasan Kurniawan)
(ysw)
Lihat Juga :