Rempah dan Ikan Nila Sulut Tembus Pasar Jepang, Eksportir: Terima Kasih Pak Olly
Kamis, 01 Oktober 2020 - 11:34 WIB
loading...
A
A
A
Dalam daftar ekspor langsung dari Sulut ke Jepang itu, ada Ikan Tuna, Lobster 20 Kg dan Nila 200 Kg dengan total 6.144 Ton, serta sampel Pertanian 90 Kg. “Ada tambahan yang lain juga khusus Nila beku yang bertambah. Kalau minggu lalu baru 100 kg, sekarang permintaannya sudah naik,” lanjutnya.
Salah satu eksportir, Flory Sumerah, berterima kasih atas terobosan direct call ekspor ini. Apalagi terobosan ini dilakukan di tengah pandemi, sehingga membuka peluang bagi eksportir seperti dirinya untuk tetap bertahan dan bahkan mendapatkan peluang baru dari kegiatan ekspor ini.
“Saya sangat berterima kasih kepada pemerintahan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw karena sudah menciptakan iklim berbisnis yang sangat baik, sehingga peluang usaha terbuka dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarkat,” tutur Flory yang dikenal pemilik usaha CV Rengas Jaya.
Harapan sama datang dari Raifel Wowiling, petani nila di Kawiley Kec. Kauditan, Minahasa Utara. Sebagai petani nila dirinya merasa senang karena ada harapan di tengah situasi pandemi ini.
“Selama pandemi ini kami dilema, karena ikan nila harus diberi makan terus, namun sulit dipasarkan karena harganya murah. Dengan adanya peluang ekspor ini, kami tentu sangat berterima kasih ke bapak Gubernur Olly yang sudah mendengarkan jeritan hati kami,” tandas Raifel.
Salah satu eksportir, Flory Sumerah, berterima kasih atas terobosan direct call ekspor ini. Apalagi terobosan ini dilakukan di tengah pandemi, sehingga membuka peluang bagi eksportir seperti dirinya untuk tetap bertahan dan bahkan mendapatkan peluang baru dari kegiatan ekspor ini.
“Saya sangat berterima kasih kepada pemerintahan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw karena sudah menciptakan iklim berbisnis yang sangat baik, sehingga peluang usaha terbuka dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarkat,” tutur Flory yang dikenal pemilik usaha CV Rengas Jaya.
Harapan sama datang dari Raifel Wowiling, petani nila di Kawiley Kec. Kauditan, Minahasa Utara. Sebagai petani nila dirinya merasa senang karena ada harapan di tengah situasi pandemi ini.
“Selama pandemi ini kami dilema, karena ikan nila harus diberi makan terus, namun sulit dipasarkan karena harganya murah. Dengan adanya peluang ekspor ini, kami tentu sangat berterima kasih ke bapak Gubernur Olly yang sudah mendengarkan jeritan hati kami,” tandas Raifel.
(sms)
Lihat Juga :