Ridwan Kamil Minta Semua Pihak Bersiap Hadapi Proses Panjang Vaksin COVID-19
Kamis, 01 Oktober 2020 - 05:11 WIB
loading...
A
A
A
Harapannya, kata Kang Emil, hasil tes darah tersebut menunjukkan reaksi peningkatan antibodi sesuai yang diharapkan, yakni mendekati 90 persen, sehingga dirinya bisa dikategorikan memiliki imunitas terhadap COVID-19.
"Nah pengambilan tes darah ini tidak bisa hanya sekali, tapi akan dilanjutkan pengetesan terakhir di bulan Desember. Jadi, di bulan Desember pengambilan darah itu akan dilakukan yang kedua dan final. Setelah itu akan diteliti kemungkinan hasil akhirnya. Mohon doanya pengambilan darah pertama dan kedua hasilnya bagus," tuturnya.
Proses selanjutnya, kata Kang Emil, akan ada dua kemungkinan kesimpulan terhadap vaksin Sinovac. Pasalnya, setelah tes darah kedua di bulan Desember, masih ada waktu tiga bulan yang harus dijalani untuk memastikan dampak uji klinis.
"Tapi, karena urgensi dan emergency COVID-19 ini luar biasa, kemungkinan sampai Desember ada kesimpulan. Kalau kesimpulannya baik, sambil berproses menuju Maret mungkin produksi vaksin di Bio Farma bisa kita mulai," jelasnya.
Jika seluruh proses hingga produksi vaksin berjalan lancar, proses lainnya yang harus dihadapi, yakni distribusi dan penyuntikan. Kang Emil pun mengaku, mendukung pemerintah pusat yang sedang melakukan simulasi distribusi logistik. Pasalnya, dua proses akhir tersebut bakal menjadi tantangan mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan.
"Nah pengambilan tes darah ini tidak bisa hanya sekali, tapi akan dilanjutkan pengetesan terakhir di bulan Desember. Jadi, di bulan Desember pengambilan darah itu akan dilakukan yang kedua dan final. Setelah itu akan diteliti kemungkinan hasil akhirnya. Mohon doanya pengambilan darah pertama dan kedua hasilnya bagus," tuturnya.
Proses selanjutnya, kata Kang Emil, akan ada dua kemungkinan kesimpulan terhadap vaksin Sinovac. Pasalnya, setelah tes darah kedua di bulan Desember, masih ada waktu tiga bulan yang harus dijalani untuk memastikan dampak uji klinis.
"Tapi, karena urgensi dan emergency COVID-19 ini luar biasa, kemungkinan sampai Desember ada kesimpulan. Kalau kesimpulannya baik, sambil berproses menuju Maret mungkin produksi vaksin di Bio Farma bisa kita mulai," jelasnya.
Jika seluruh proses hingga produksi vaksin berjalan lancar, proses lainnya yang harus dihadapi, yakni distribusi dan penyuntikan. Kang Emil pun mengaku, mendukung pemerintah pusat yang sedang melakukan simulasi distribusi logistik. Pasalnya, dua proses akhir tersebut bakal menjadi tantangan mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan.
Lihat Juga :