Biosafety Laboratorium LIPI di Bogor Mampu Uji 2.500 Sampel Swab Setiap hari
Selasa, 05 Mei 2020 - 15:08 WIB
loading...
A
A
A
Puspita menjelaskan, fasilitas riset LIPI BSL-3 dan Clean Room yang dikelolanya itu dibangun pada 2018 dengan dana Surat Berharga Syariah Negara dan langsung dapat dimanfaatkan oleh banyak pihak."Fasilitas ini dilengkapi dengan peralatan biologi molekuler terkini untuk riset DNA, RNA, protein, dan sel. Fasilitas BSL-3 LIPI juga telah terakreditasi memenuhi Sistem Manajemen Risiko Laboratorium selama dua tahun berturut-turut," jelasnya.
Dalam kegiatan ini, LIPI berkolaborasi dengan Rumah Sakit MMC Bosowa Group untuk mendapatkan sampel klinis terduga terinfeksi virus penyebab Covid-19 dan juga sampel dari tenaga kesehatan. Sedangkan kolaborasi dengan rumah sakit dan laboratorium lainnya tengah dalam proses pembahasan dengan otoritas terkait.
"Rumah sakit dan laboratorium berperan untuk mengirimkan sampel klinis Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pengawasan (ODP), dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Dari kolaborasi ini, ditargetkan dapat deteksi 100 sampel terduga terinfeksi virus SARS-CoV-2 setiap harinya," jelasnya.
Menurut dia, sampel klinis harus dimasukkan pada Virus Transportation Medium (VTM) yang telah dilengkapi dengan senyawa inaktivasi virus serta mematuhi protokol kewaspadaan pencegahan Covid-19."Semua proses menggunakan prior inform concent atau persetujuan atas dasar informasi awal karena sebagai lembaga penelitian LIPI akan menggunakan material genetika untuk riset dan inovasi selanjutnya," jelasnya.
Pihaknya berharap kegiatan deteksi ini dapat berjalan dengan selamat dan aman sesuai prinsip-prinsip biosafety dan biosecurity, dan pelaksana yang mendapatkan tugas semua selamat tidak tertular atau terinfeksi virus dan semua bisa menjaga keamanan. "Semoga penularan virus ini dapat segera berhenti dengan kita selalu melakukan jaga jarak dan jaga kesehatan," pungkasnya.
Dalam kegiatan ini, LIPI berkolaborasi dengan Rumah Sakit MMC Bosowa Group untuk mendapatkan sampel klinis terduga terinfeksi virus penyebab Covid-19 dan juga sampel dari tenaga kesehatan. Sedangkan kolaborasi dengan rumah sakit dan laboratorium lainnya tengah dalam proses pembahasan dengan otoritas terkait.
"Rumah sakit dan laboratorium berperan untuk mengirimkan sampel klinis Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pengawasan (ODP), dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Dari kolaborasi ini, ditargetkan dapat deteksi 100 sampel terduga terinfeksi virus SARS-CoV-2 setiap harinya," jelasnya.
Menurut dia, sampel klinis harus dimasukkan pada Virus Transportation Medium (VTM) yang telah dilengkapi dengan senyawa inaktivasi virus serta mematuhi protokol kewaspadaan pencegahan Covid-19."Semua proses menggunakan prior inform concent atau persetujuan atas dasar informasi awal karena sebagai lembaga penelitian LIPI akan menggunakan material genetika untuk riset dan inovasi selanjutnya," jelasnya.
Pihaknya berharap kegiatan deteksi ini dapat berjalan dengan selamat dan aman sesuai prinsip-prinsip biosafety dan biosecurity, dan pelaksana yang mendapatkan tugas semua selamat tidak tertular atau terinfeksi virus dan semua bisa menjaga keamanan. "Semoga penularan virus ini dapat segera berhenti dengan kita selalu melakukan jaga jarak dan jaga kesehatan," pungkasnya.
(hab)
Lihat Juga :