Takmir Masjid Wajib Jadi Agen Protokol Kesehatan
Selasa, 29 September 2020 - 05:13 WIB
loading...
Wali Kota Salatiga Yuliyanto saat menghadiri silaturahim pengurus MUI dan Takmir Masjid se-Kota Salatiga di Ruang Kaloka Pemkot Salatiga, Senin, (28/9/2020). Foto/IST
A
A
A
SLEMAN - Wali Kota Salatiga Yuliyanto mewajibkan pengurus takmir masjid menjadi agen protokol kesehatan. Sebab di era adaptasi kebiasaan baru (new normal), banyak masyarakat yang mengartikan situasi sudah aman dari COVID-19.
"Masih banyak masyarakat yang beranggapan jika new normal artinya sudah aman. Padahal tidak demikian, melainkan harus beradaptasi dengan kebiasaan baru dengan senantiasa menerapkan protokol kesehatan," kata Yuliyanto saat menghadiri silaturahmi pengurus MUI dan Takmir Masjid se-Kota Salatiga di Ruang Kaloka Pemkot Salatiga, Senin, (28/9/2020). (Baca: Pemkot Salatiga Terbitkan Perwali Protokol Kesehatan dan Pengendalian COVID-19)
Yuliyanto berharap, silaturahmi tersebut dapat menjadi wadah sosialisasi sekaligus menyamakan persepsi tentang pentingnya protokol kesehatan kepada masyarakat. Sebab tidak dipungkiri jika masih ditemukan beberapa masjid yang memberikan kelonggaran pada saat melaksanakan ibadah. Dikhawatirkan hal ini akan menghambat upaya pencegahan penyebaran COVID-19 di Kota Salatiga.
Menurut dia, pada dasarnya, warga Salatiga tidak ada yang sakit, hanya tertular. Sejak kasus pertama hingga sekarang, mereka tertular dari daerah lain yang kemudian menularkannya lagi ke keluarga dan orang-orang sekitarnya.
"Namun tidak perlu panik, yang sudah terlanjur sakit kita rawat supaya cepat sembuh, dan yang terdampak segera kita bantu. Masyarakat tak perlu khawatir, namun harus tetap waspada supaya tidak tertular," jelas Yuliyanto.
"Masih banyak masyarakat yang beranggapan jika new normal artinya sudah aman. Padahal tidak demikian, melainkan harus beradaptasi dengan kebiasaan baru dengan senantiasa menerapkan protokol kesehatan," kata Yuliyanto saat menghadiri silaturahmi pengurus MUI dan Takmir Masjid se-Kota Salatiga di Ruang Kaloka Pemkot Salatiga, Senin, (28/9/2020). (Baca: Pemkot Salatiga Terbitkan Perwali Protokol Kesehatan dan Pengendalian COVID-19)
Yuliyanto berharap, silaturahmi tersebut dapat menjadi wadah sosialisasi sekaligus menyamakan persepsi tentang pentingnya protokol kesehatan kepada masyarakat. Sebab tidak dipungkiri jika masih ditemukan beberapa masjid yang memberikan kelonggaran pada saat melaksanakan ibadah. Dikhawatirkan hal ini akan menghambat upaya pencegahan penyebaran COVID-19 di Kota Salatiga.
Menurut dia, pada dasarnya, warga Salatiga tidak ada yang sakit, hanya tertular. Sejak kasus pertama hingga sekarang, mereka tertular dari daerah lain yang kemudian menularkannya lagi ke keluarga dan orang-orang sekitarnya.
"Namun tidak perlu panik, yang sudah terlanjur sakit kita rawat supaya cepat sembuh, dan yang terdampak segera kita bantu. Masyarakat tak perlu khawatir, namun harus tetap waspada supaya tidak tertular," jelas Yuliyanto.
Lihat Juga :