PHRI Jabar Galau Soal Hotel Jadi Pusat Isolasi COVID-19, Kenapa?
Senin, 28 September 2020 - 18:48 WIB
loading...
Foto ilustrasi kamar hotel jadi ruang isolasi pasien COVID-19. Foto: Dok.SINDOnews
A
A
A
BANDUNG - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat meminta kepastian pemerintah terkait rencana pengalihfungsian hotel menjadi pusat isolasi pasien COVID-19.
Ketua PHRI Jabar, Herman Muchtar mengungkapkan, pihaknya telah berupaya menyiapkan sejumlah hotel di Jabar untuk pusat isolasi bagi orang tanpa gejala (OTG) itu.(Baca juga : Satgas Sebut Ada 106 Hotel di 7 Provinsi Prioritas Sediakan Kamar Isolasi Mandiri )
Namun, akibat belum adanya kejelasan terkait rencana tersebut, pihak hotel yang sebelumnya telah menyatakan siap akhirnya mengurungkan niat mengubah hotelnya menjadi pusat isolasi.
"Kita menunggu sosialisasi dari pemerintah, baik pusat maupun daerah, khususnya terkait kejelasan pemerintah menggunakan jasa hotel," ujar Herman di Bandung , Senin (28/9/2020).
Selain belum adanya kejelasan dari pemerintah, tambah Herman, pihak hotel yang mengurungkan niatnya itu beralasan masyarakat di sekitar hotel menolak hotelnya dijadikan pusat isolasi pasien COVID-19.(Baca juga : Duh! Penunjukan Hotel Pasien Covid-19 Dianggap Tidak Adil )
Herman menyebutkan, saat ini, 17 hotel di Jabar menyatakan kesiapannya menampung pasien COVID-19. Menurutnya, akibat ketidakjelasan pemerintah, termasuk penolakan masyarakat, hotel yang siap beralih fungsi tersebut jumlahnya naik turun.
Ketua PHRI Jabar, Herman Muchtar mengungkapkan, pihaknya telah berupaya menyiapkan sejumlah hotel di Jabar untuk pusat isolasi bagi orang tanpa gejala (OTG) itu.(Baca juga : Satgas Sebut Ada 106 Hotel di 7 Provinsi Prioritas Sediakan Kamar Isolasi Mandiri )
Namun, akibat belum adanya kejelasan terkait rencana tersebut, pihak hotel yang sebelumnya telah menyatakan siap akhirnya mengurungkan niat mengubah hotelnya menjadi pusat isolasi.
"Kita menunggu sosialisasi dari pemerintah, baik pusat maupun daerah, khususnya terkait kejelasan pemerintah menggunakan jasa hotel," ujar Herman di Bandung , Senin (28/9/2020).
Selain belum adanya kejelasan dari pemerintah, tambah Herman, pihak hotel yang mengurungkan niatnya itu beralasan masyarakat di sekitar hotel menolak hotelnya dijadikan pusat isolasi pasien COVID-19.(Baca juga : Duh! Penunjukan Hotel Pasien Covid-19 Dianggap Tidak Adil )
Herman menyebutkan, saat ini, 17 hotel di Jabar menyatakan kesiapannya menampung pasien COVID-19. Menurutnya, akibat ketidakjelasan pemerintah, termasuk penolakan masyarakat, hotel yang siap beralih fungsi tersebut jumlahnya naik turun.
Lihat Juga :