Imam Budi Dengarkan Aspirasi Penyandang Tunarungu
Senin, 28 September 2020 - 13:33 WIB
loading...
A
A
A
“Tentang pergaulan dengan sesama kita. Mereka berharap ada seperti tempat kursus terutama di Pemkot Depok agar ada satu sesi seminggu sekali atau sebulan sekali bagi mereka di bagian tertentu ke depan pelayanan bisa berbahasa isyarat,” tukasnya.
Imam juga menerima keluhan dari komintas tersebut perihal kesulitan pembayaran BPJS karena banyak dari mereka adalah kalangan tidak mampu. Bahkan banya juga anak mereka tidak bisa sekolah karena tidak mampu. (Baca juga; Calon Wakil Wali Kota Depok Ini Tertibkan APS Secara Mandiri )
“Ini memang perlu kita fasilitiasi bertemu dengan komunitas mereka untuk mendapatkan data di mana saja penyebarannya, lalu masalah yang mereka hadapi, tentang BPJS kah, tentang anak mereka yang ngga sekolah kah, tentang bansos yang harusnya mereka dapat akibat dari Covid19, termasuk program pusat tentang bantuan kerja yang kena PHK. Mereka memohon pada kita untuk bisa dibantu agar mereka mendapatklan pelayanan setara dengan kita sebagai manusia,” ungkapnya.
Imam pun mengajak semua pihak lembaga baik swasta dan pemerintah hingga tingkat kelurahan untuk bisa memperhatikan usulan mereka. Komunitas ini kata Imam juga harus diberikan kesempatan, termasuk di dalamnya masalah ketenagakerjaan.
“Jangan sampai ada perbedaan karena keahlian sama, tapi karena kekurangan mereka lalu diperlakukan tidak adil. Mohon pertimbangan pada seluruh pemangku kebijakan untuk bisa sedikit merealisasikan apa yang menjadi kendala mereka,” pungkasnya.
Imam juga menerima keluhan dari komintas tersebut perihal kesulitan pembayaran BPJS karena banyak dari mereka adalah kalangan tidak mampu. Bahkan banya juga anak mereka tidak bisa sekolah karena tidak mampu. (Baca juga; Calon Wakil Wali Kota Depok Ini Tertibkan APS Secara Mandiri )
“Ini memang perlu kita fasilitiasi bertemu dengan komunitas mereka untuk mendapatkan data di mana saja penyebarannya, lalu masalah yang mereka hadapi, tentang BPJS kah, tentang anak mereka yang ngga sekolah kah, tentang bansos yang harusnya mereka dapat akibat dari Covid19, termasuk program pusat tentang bantuan kerja yang kena PHK. Mereka memohon pada kita untuk bisa dibantu agar mereka mendapatklan pelayanan setara dengan kita sebagai manusia,” ungkapnya.
Imam pun mengajak semua pihak lembaga baik swasta dan pemerintah hingga tingkat kelurahan untuk bisa memperhatikan usulan mereka. Komunitas ini kata Imam juga harus diberikan kesempatan, termasuk di dalamnya masalah ketenagakerjaan.
“Jangan sampai ada perbedaan karena keahlian sama, tapi karena kekurangan mereka lalu diperlakukan tidak adil. Mohon pertimbangan pada seluruh pemangku kebijakan untuk bisa sedikit merealisasikan apa yang menjadi kendala mereka,” pungkasnya.
(wib)
Lihat Juga :