Hudono Terpilih secara Aklamasi Jadi Ketua PWI DIY 2020-2025
Minggu, 27 September 2020 - 04:00 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan dalam proses pemilihan Ketua DKP PWI DIY, forum mengajukan lima nama calon untuk dipilih, yaitu Sihono, Primaswolo Sujono, Susi Lastuti, Sayyid Mussahada dan Swasto Dayanto.
Tiga dari lima nama calon menyatakan tidak bersedia dipilih sehingga menyisakan dua calon yaitu Sihono dan Primaswolo Sujono. Dalam pemilihan dan perhitungan suara, Sihono memperoleh 62 suara dan Primaswolo Sujono 24 suara.
Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat, Zulkifli Gani Ottoh mengatakan menyambut baik dan mengapresiasi proses pemilihan dalam Konferda PWI DIY tersebut, sehingga bisa menjadi barometer dan percontohan konferda PWI di provinsi-provinsi lain. Menurut Zulkifli, kebersamaan dan persatuan anggota PWI DIY sangat luar dan kelihatan sekali dalam konferda itu.
"Sampai hari pelaksanaan tidak ada satupun yang mencalonkan diri sebagai ketua, ternyata itu mereka (para anggota) saling menjaga perasaan satu sama lain. Barulah dipancing saat sidang muncul tiga nama calon, tapi yang dua mengundurkan diri sehingga satu calon terpilih secara aklamasi," katanya.
Selain itu, Zulkifli juga kagum karena baru pertama kali menemui proses pemilihan formatur di konferda yang pemilihnya (anggota PWI) diberi kesempatan seluas-luasnya memilih nama-nama yang akan dijadikan Formatur.
"Pemilihan Formatur yang dilakukan PWI DIY ini tidak biasa terjadi, dan baru terjadi di sini. Inilah saya punya kenang-kenangan yang baik sekali di Yogyakarta. Semoga kebersamaan dan persatuan wartawan DIY terus terpelihara dan terus tingkatkan profesionalisme," ungkapnya.
Tiga dari lima nama calon menyatakan tidak bersedia dipilih sehingga menyisakan dua calon yaitu Sihono dan Primaswolo Sujono. Dalam pemilihan dan perhitungan suara, Sihono memperoleh 62 suara dan Primaswolo Sujono 24 suara.
Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat, Zulkifli Gani Ottoh mengatakan menyambut baik dan mengapresiasi proses pemilihan dalam Konferda PWI DIY tersebut, sehingga bisa menjadi barometer dan percontohan konferda PWI di provinsi-provinsi lain. Menurut Zulkifli, kebersamaan dan persatuan anggota PWI DIY sangat luar dan kelihatan sekali dalam konferda itu.
"Sampai hari pelaksanaan tidak ada satupun yang mencalonkan diri sebagai ketua, ternyata itu mereka (para anggota) saling menjaga perasaan satu sama lain. Barulah dipancing saat sidang muncul tiga nama calon, tapi yang dua mengundurkan diri sehingga satu calon terpilih secara aklamasi," katanya.
Selain itu, Zulkifli juga kagum karena baru pertama kali menemui proses pemilihan formatur di konferda yang pemilihnya (anggota PWI) diberi kesempatan seluas-luasnya memilih nama-nama yang akan dijadikan Formatur.
"Pemilihan Formatur yang dilakukan PWI DIY ini tidak biasa terjadi, dan baru terjadi di sini. Inilah saya punya kenang-kenangan yang baik sekali di Yogyakarta. Semoga kebersamaan dan persatuan wartawan DIY terus terpelihara dan terus tingkatkan profesionalisme," ungkapnya.
Lihat Juga :