Sulit Daftar Pra Kerja Online, Bekasi Akan Sediakan Jaringan Internet
Rabu, 15 April 2020 - 13:00 WIB
loading...
A
A
A
Sulitnya masyarakat mendaftarkan diri terlihat dari data jumlah pendaftar yang terbilang minim. Dari 5.619.718 orang penerima manfaat seluruh Indonesia, baru 165.286 orang yang berhasil mendaftar.
Angka itu tercatat di minggu pertama sejak program prakerja resmi dibuka. Sedangkan di Jawa Barat sendiri dari 937.511 penerima manfaat, baru 27.574 yang berhasil mendaftar. Sementara di Kabupaten Bekasi, pihaknya telah mendaftarkan sebanyak 24.000 orang.
Hanya saja, dia belum mengetahui berapa jumlah yang disetujui. "Kami belum tahu karena sampai saat ini tidak ada kuota per kota/kabupaten berapa dapatnya. Kan kalau provinsi ketahuan sekitar 900 ribu orang, nah kabupaten/kota belum tahu," jelasnya.
Menurut Suhup, kuota kota atau kabupaten dianggap perlu untuk memastikan jumlah penerima manfaat. Sehingga mereka yang tidak termasuk dalam program prakerja bisa mendapat bantuan dari program lainnya.
Suhup menambahkan, 24.000 orang itu didaftarkan ke provinsi sebelum pandemi covid-19. Maka dari itu, setelah pandemi dipastikan jumlah tersebut meningkat signifikan. Hal tu seturut dengan diperluasnya kategori penerima manfaat.
Angka itu tercatat di minggu pertama sejak program prakerja resmi dibuka. Sedangkan di Jawa Barat sendiri dari 937.511 penerima manfaat, baru 27.574 yang berhasil mendaftar. Sementara di Kabupaten Bekasi, pihaknya telah mendaftarkan sebanyak 24.000 orang.
Hanya saja, dia belum mengetahui berapa jumlah yang disetujui. "Kami belum tahu karena sampai saat ini tidak ada kuota per kota/kabupaten berapa dapatnya. Kan kalau provinsi ketahuan sekitar 900 ribu orang, nah kabupaten/kota belum tahu," jelasnya.
Menurut Suhup, kuota kota atau kabupaten dianggap perlu untuk memastikan jumlah penerima manfaat. Sehingga mereka yang tidak termasuk dalam program prakerja bisa mendapat bantuan dari program lainnya.
Suhup menambahkan, 24.000 orang itu didaftarkan ke provinsi sebelum pandemi covid-19. Maka dari itu, setelah pandemi dipastikan jumlah tersebut meningkat signifikan. Hal tu seturut dengan diperluasnya kategori penerima manfaat.
Lihat Juga :