Pemkot Semarang Berikan Tabungan Bagi 1.000 Siswa SMP
Rabu, 23 September 2020 - 12:41 WIB
loading...
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat menyerahkan tabungan gratis bagi siswa SMP dari keluarga kurang mampu secara virtual. Foto/Ist.
A
A
A
SEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang , memberikan tabungan kepada 1.000 siswa SMP dari keluarga kurang mampu. Masing-masing siswa mendapat tabungan senilai Rp200.000. (Baca juga: Mensos Pastikan Penyaluran Bansos Rp9 M Tepat Sasaran )
Wali Kota Semarang , Hendrar Prihadi mengatakan, pemberian tabungan kepada siswa SMP kurang mampu tersebut merupakan bagian dari program Gerakan Indonesia Menabung, Satu Pelajar Satu Rekening. Ini juga bagian dari kepedulian Pemkot Semarang bersama OJK Kantor Regional 3 Jateng-DIY kepada para pelajar yang berasal dari keluaraga tidak mampu.
"Insya Allah nanti ditambahi lagi. Ini karena perjalanan ke depan menuntut ilmu masih panjang, masih harus melanjutkan ke jenjang SMA hingga perguruan tinggi. Ingat, hemat pangkal kaya, harus rajin menabung, semoga kelak semua menjadi orang yang sukses," kata Hendrar Prihadi atau yang akrab disapa Hendi ini dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Rabu (23/9/2020).
Di sisi lain, selama pandemi COVID-19 Hendi tak menampik banyaknya kendala yang dihadapi siswa selama mengikuti metode bejalar dari rumah. Dari mulai kebosanan hingga permasalahan kuota internet. Itu membuat banyak siswa berkeinginan untuk dapat segera kembali bersekolah tatap muka.
(Baca juga: Bocah Viral Tiktok dengan Nakes Pakai APD Sembuh Dari COVID-19 )
Wali Kota Semarang , Hendrar Prihadi mengatakan, pemberian tabungan kepada siswa SMP kurang mampu tersebut merupakan bagian dari program Gerakan Indonesia Menabung, Satu Pelajar Satu Rekening. Ini juga bagian dari kepedulian Pemkot Semarang bersama OJK Kantor Regional 3 Jateng-DIY kepada para pelajar yang berasal dari keluaraga tidak mampu.
"Insya Allah nanti ditambahi lagi. Ini karena perjalanan ke depan menuntut ilmu masih panjang, masih harus melanjutkan ke jenjang SMA hingga perguruan tinggi. Ingat, hemat pangkal kaya, harus rajin menabung, semoga kelak semua menjadi orang yang sukses," kata Hendrar Prihadi atau yang akrab disapa Hendi ini dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Rabu (23/9/2020).
Di sisi lain, selama pandemi COVID-19 Hendi tak menampik banyaknya kendala yang dihadapi siswa selama mengikuti metode bejalar dari rumah. Dari mulai kebosanan hingga permasalahan kuota internet. Itu membuat banyak siswa berkeinginan untuk dapat segera kembali bersekolah tatap muka.
(Baca juga: Bocah Viral Tiktok dengan Nakes Pakai APD Sembuh Dari COVID-19 )
Lihat Juga :