Mensos Pastikan Penyaluran Bansos Rp9 M Tepat Sasaran
Rabu, 23 September 2020 - 12:37 WIB
loading...
Menteri Sosial (Mensos), Juliari P. Batubara, menyalurkan bantuan sosial di Natuna. Foto/SINDOnews/Dicky Sigit Rakasiwi
A
A
A
BATAM - Menteri Sosial (Mensos), Juliari P. Batubara beserta jajarannya menyalurkan bantuan sosial secara langsung kepasa masyarakat Natuna, Selasa (22/9/20). (Baca juga: Produksi Sabu Sendiri, 2 Pemuda Dibekuk Polda Sultra )
Kunjungan perdana Juliari di kawasan terluar terpencil dan tertinggal (3T) itu juga membawa misi strategis , bahwa negara hadir untuk seluruh warga negara, termasuk warga di kawasan 3T.
"Salam dari Bapak Presiden Joko Widodo kepada bapak ibu. Beliau memerintahkan kepada saya, agar memastikan masyarakat di seluruh pelosok tanah air, termasuk di perbatasan merasakan kehadiran negara. Saya datang untuk memastikan, masyarakat di sini menerima bantuan terutama untuk meringankan beban akibat pandemi," ujar Juliari kepada penerima Bansos.
Juliari memastikan kunjungannya ke Pulau Natuna bukan pertama dan terakhir. Sebagai kawasan berbatasan langsung dengan laut China Selatan, Natuna harus terus diperhatikan dari segala bidang, khususnya soal kesejahteraan masyarakat.
Selama di Natuna, Mensos Juliari menyalurkan dua program, yakni Bansos Sembako Kemensos Hadir, dan Bantuan Sosial Tunai (BST). (Baca juga: Pemkab Sukabumi Tetapkan Status Darurat Banjir Selama 7 Hari )
Untuk bansos sembako, disalurkan sebanyak 985 paket melalui Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI yang disalurkan di Selat Lampa dan diserahkan secara simbolis oleh Mensos kepada Kepala Bakamla Laksdya Aan Kurnia. Selanjutnya bansos sembako juga disalurkan kepada 2.552 keluarga di 14 desa di perbatasan.
Sedangkan untuk BST disalurkan kepada 5.784 keluarga penerima manfaat (KPM) BST di Kabupaten Natuna dengan nilai total sebesar Rp1.735.200.000. Selain itu, sebanyak 3.175 KPM di Kabupaten Natuna juga tercatat masuk dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Program Sembako, dengan nilai total sebanyak Rp7.302.500.000.
Kunjungan perdana Juliari di kawasan terluar terpencil dan tertinggal (3T) itu juga membawa misi strategis , bahwa negara hadir untuk seluruh warga negara, termasuk warga di kawasan 3T.
"Salam dari Bapak Presiden Joko Widodo kepada bapak ibu. Beliau memerintahkan kepada saya, agar memastikan masyarakat di seluruh pelosok tanah air, termasuk di perbatasan merasakan kehadiran negara. Saya datang untuk memastikan, masyarakat di sini menerima bantuan terutama untuk meringankan beban akibat pandemi," ujar Juliari kepada penerima Bansos.
Juliari memastikan kunjungannya ke Pulau Natuna bukan pertama dan terakhir. Sebagai kawasan berbatasan langsung dengan laut China Selatan, Natuna harus terus diperhatikan dari segala bidang, khususnya soal kesejahteraan masyarakat.
Selama di Natuna, Mensos Juliari menyalurkan dua program, yakni Bansos Sembako Kemensos Hadir, dan Bantuan Sosial Tunai (BST). (Baca juga: Pemkab Sukabumi Tetapkan Status Darurat Banjir Selama 7 Hari )
Untuk bansos sembako, disalurkan sebanyak 985 paket melalui Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI yang disalurkan di Selat Lampa dan diserahkan secara simbolis oleh Mensos kepada Kepala Bakamla Laksdya Aan Kurnia. Selanjutnya bansos sembako juga disalurkan kepada 2.552 keluarga di 14 desa di perbatasan.
Sedangkan untuk BST disalurkan kepada 5.784 keluarga penerima manfaat (KPM) BST di Kabupaten Natuna dengan nilai total sebesar Rp1.735.200.000. Selain itu, sebanyak 3.175 KPM di Kabupaten Natuna juga tercatat masuk dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Program Sembako, dengan nilai total sebanyak Rp7.302.500.000.
Lihat Juga :