Gubernur Ganjar Kembali Datangi Warung, Apa Ngamuk Lagi?
Rabu, 23 September 2020 - 10:24 WIB
loading...
Gubernur Ganjar Pranowo gowes pagi ke kampung-kampung, warung makan serta pasar tradisional di Semarang, Rabu (23/9/2020). Foto/Dok. Pemprov Jateng
A
A
A
SEMARANG - Klaster warung di Kota Semarang menjadi perhatian serius Gubernur Jateng , Ganjar Pranowo. Banyaknya warung yang tidak menerapkan protokol kesehatan, membuat Ganjar terpaksa turun tangan. (Baca juga: Ganjar Ngamuk di Kantin DPRD Jateng, Ini Reaksi Ketua Dewan )
Ia melakukan sidak ke sejumlah warung di Kota Semarang , sambil gowes pada Rabu (23/9/2020) pagi. Diantaranya warung-warung yang ada di Pujasera MAJT serta beberapa warung di Jalan Jolotundo Kota Semarang. Di tempat-tempat itu, Ganjar dengan sabar mengedukasi pemilik dan pembeli untuk ketat menerapkan protokol kesehatan.
Ganjar mengingatkan semua pemilik warung untuk melakukan penataan dengan mengatur tempat usahanya masing-masing. Satu meja, dibatasi hanya boleh diduduki untuk dua atau maksimal tiga orang. Cara duduknya pun tak boleh berhadap-hadapan, yakni harus menyilang.
Bahkan, Ganjar dengan sengaja membawa solasi dari rumah untuk memberikan tanda silang di meja atau kursi warung -warung yang ia kunjungi itu. Tujuannya untuk memberikan contoh bagaimana penataan yang benar di warung agar semuanya bisa berjalan aman.
(Baca juga: Dewan Ingatkan Ganjar Jangan Jadikan COVID-19 Ajang Pencitraan )
Ia melakukan sidak ke sejumlah warung di Kota Semarang , sambil gowes pada Rabu (23/9/2020) pagi. Diantaranya warung-warung yang ada di Pujasera MAJT serta beberapa warung di Jalan Jolotundo Kota Semarang. Di tempat-tempat itu, Ganjar dengan sabar mengedukasi pemilik dan pembeli untuk ketat menerapkan protokol kesehatan.
Ganjar mengingatkan semua pemilik warung untuk melakukan penataan dengan mengatur tempat usahanya masing-masing. Satu meja, dibatasi hanya boleh diduduki untuk dua atau maksimal tiga orang. Cara duduknya pun tak boleh berhadap-hadapan, yakni harus menyilang.
Bahkan, Ganjar dengan sengaja membawa solasi dari rumah untuk memberikan tanda silang di meja atau kursi warung -warung yang ia kunjungi itu. Tujuannya untuk memberikan contoh bagaimana penataan yang benar di warung agar semuanya bisa berjalan aman.
(Baca juga: Dewan Ingatkan Ganjar Jangan Jadikan COVID-19 Ajang Pencitraan )
Lihat Juga :