Pramono Yakin Obligasi Daerah Tak Akan Bebani Gubernur Selanjutnya
Selasa, 28 Juli 2026 - 13:52 WIB
loading...
A
A
A
Mengenai peringatan Tito itu, Pramono menegaskan nilai obligasi sebesar Rp3,5 triliun bukan menjadi hambatan bagi kondisi keuangan Jakarta. Menurutnya kemampuan keuangan Jakarta melalui APBD akan mampu melunasi pembayaran obligasi tersebut.
Dengan begitu, Pramono meyakini skema pembiayaan tersebut tidak akan menjadi beban Gubernur selanjutnya. Sebab pihaknya telah menghitung dan menentukan jangka waktu pembayaran yang ideal yaitu selama tujuh tahun.
"Sebenarnya obligasi Rp 3,5 triliun bagi Jakarta itu bukan sebuah hambatan, dan pasti Jakarta akan bisa menyelesaikannya dengan baik, siapa pun yang akan menjadi gubernur di Jakarta, makanya kenapa kemudian tenornya 7 tahun," kata Pramono.
Dalam kesempatan itu, menyampaikan penerbitan obligasi ini merupakan salah satu skema creative financing yang dipilih Pemprov DKI Jakarta. Ia menambahkan, rencana tersebut juga telah mendapat dukungan dari pemerintah pusat.
"Tetapi memang di dalam aturan, sekarang ini kami sudah mendapatkan dukungan atau persetujuan dari Kemenko Perekonomian," sambungnya.
Dengan begitu, Pramono meyakini skema pembiayaan tersebut tidak akan menjadi beban Gubernur selanjutnya. Sebab pihaknya telah menghitung dan menentukan jangka waktu pembayaran yang ideal yaitu selama tujuh tahun.
"Sebenarnya obligasi Rp 3,5 triliun bagi Jakarta itu bukan sebuah hambatan, dan pasti Jakarta akan bisa menyelesaikannya dengan baik, siapa pun yang akan menjadi gubernur di Jakarta, makanya kenapa kemudian tenornya 7 tahun," kata Pramono.
Dalam kesempatan itu, menyampaikan penerbitan obligasi ini merupakan salah satu skema creative financing yang dipilih Pemprov DKI Jakarta. Ia menambahkan, rencana tersebut juga telah mendapat dukungan dari pemerintah pusat.
"Tetapi memang di dalam aturan, sekarang ini kami sudah mendapatkan dukungan atau persetujuan dari Kemenko Perekonomian," sambungnya.
Lihat Juga :