3 Warga Sipil Tewas Ditembak OPM, Koops TNI Habema Buru para Pelaku
Kamis, 23 Juli 2026 - 16:12 WIB
loading...
Tiga warga sipil tewas ditembak oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Kopitua Heluka selaku Danops Kodap Yahukimo. Foto/istimewa
A
A
A
PAPUA - Aksi biadab Kembali dilakukan kelompok bersenjata di Papua . Tiga warga sipil tewas ditembak oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Kopitua Heluka selaku Danops Kodap Yahukimo.
Dalam peristiwa penembakan di Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Senin, 20 Juli 2026, korban tewas diketahui merupakan pasangan suami istri (pasutri) Kumis Kogoya beserta istrinya, serta seorang perempuan dari Suku Unaukam.
Kepala Penerangan Komando Operasi (Koops) TNI Habema Letkol Inf. M.Wirya Arthadiguna menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga para korban, karena kehilangan warga sipil akibat tindak kekerasan merupakan tragedi kemanusiaan yang tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun.
Baca juga: Koops TNI Habema Ungkap Satu Warga Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata OPM
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Tidak ada satu pun masyarakat yang seharusnya kehilangan nyawa akibat aksi kekerasan. Koops TNI Habema akan terus bekerja secara selektif, terukur, profesional, dan sesuai hukum untuk menghadirkan rasa aman bagi masyarakat serta memastikan para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya," katanya, Kamis (23/7/2026)
Menurut dia, Koops TNI Habema terus berkoordinasi dengan aparat terkait untuk melakukan penyelidikan, pengejaran, dan penegakan hukum terhadap para pelaku sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah ini tidak hanya bertujuan mengungkap pelaku, tetapi juga memberikan perlindungan kepada masyarakat sekaligus mencegah terulangnya aksi kekerasan yang mengancam keselamatan warga sipil.
Lihat video: Satgas Habema Lumpuhkan 18 Anggota OPM
“Dalam bertugas, Koops TNI Habema tetap mengedepankan prinsip selektif, terukur, profesional, dan sesuai koridor hukum. Pendekatan tersebut menjadi landasan agar setiap tindakan aparat tidak hanya efektif dalam menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga tetap menghormati nilai-nilai kemanusiaan serta melindungi hak-hak masyarakat yang tidak terlibat dalam konflik,” katanya.
Bagi Koops TNI Habema, keamanan bukan sekadar kondisi yang bebas dari gangguan, melainkan fondasi utama bagi kehidupan masyarakat Papua. Ketika situasi kondusif terjaga, anak-anak dapat kembali belajar tanpa rasa takut, pelayanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat, aktivitas ekonomi kembali bergerak, dan kehidupan sosial dapat tumbuh dengan penuh harapan.
Karena itu, Koops TNI Habema mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan damai. Sinergi antara aparat, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh warga menjadi kekuatan penting dalam mencegah lahirnya kembali aksi-aksi kekerasan yang hanya membawa penderitaan bagi masyarakat Papua.
Bagi Koops TNI Habema, setiap nyawa masyarakat Papua adalah amanah yang harus dijaga. Tidak ada keberhasilan operasi yang lebih bermakna selain melihat seorang ayah pulang dengan selamat kepada keluarganya, seorang ibu dapat memeluk anak-anaknya tanpa rasa cemas, serta generasi muda Papua tumbuh dengan harapan, bukan ketakutan.
“Negara akan terus hadir melindungi setiap warga, menegakkan hukum secara profesional dan bermartabat, serta menjaga agar tidak ada lagi keluarga Papua yang kehilangan orang tercinta akibat kekerasan,” ucapnya.
Dalam peristiwa penembakan di Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Senin, 20 Juli 2026, korban tewas diketahui merupakan pasangan suami istri (pasutri) Kumis Kogoya beserta istrinya, serta seorang perempuan dari Suku Unaukam.
Kepala Penerangan Komando Operasi (Koops) TNI Habema Letkol Inf. M.Wirya Arthadiguna menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga para korban, karena kehilangan warga sipil akibat tindak kekerasan merupakan tragedi kemanusiaan yang tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun.
Baca juga: Koops TNI Habema Ungkap Satu Warga Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata OPM
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Tidak ada satu pun masyarakat yang seharusnya kehilangan nyawa akibat aksi kekerasan. Koops TNI Habema akan terus bekerja secara selektif, terukur, profesional, dan sesuai hukum untuk menghadirkan rasa aman bagi masyarakat serta memastikan para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya," katanya, Kamis (23/7/2026)
Menurut dia, Koops TNI Habema terus berkoordinasi dengan aparat terkait untuk melakukan penyelidikan, pengejaran, dan penegakan hukum terhadap para pelaku sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah ini tidak hanya bertujuan mengungkap pelaku, tetapi juga memberikan perlindungan kepada masyarakat sekaligus mencegah terulangnya aksi kekerasan yang mengancam keselamatan warga sipil.
Lihat video: Satgas Habema Lumpuhkan 18 Anggota OPM
“Dalam bertugas, Koops TNI Habema tetap mengedepankan prinsip selektif, terukur, profesional, dan sesuai koridor hukum. Pendekatan tersebut menjadi landasan agar setiap tindakan aparat tidak hanya efektif dalam menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga tetap menghormati nilai-nilai kemanusiaan serta melindungi hak-hak masyarakat yang tidak terlibat dalam konflik,” katanya.
Bagi Koops TNI Habema, keamanan bukan sekadar kondisi yang bebas dari gangguan, melainkan fondasi utama bagi kehidupan masyarakat Papua. Ketika situasi kondusif terjaga, anak-anak dapat kembali belajar tanpa rasa takut, pelayanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat, aktivitas ekonomi kembali bergerak, dan kehidupan sosial dapat tumbuh dengan penuh harapan.
Karena itu, Koops TNI Habema mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan damai. Sinergi antara aparat, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh warga menjadi kekuatan penting dalam mencegah lahirnya kembali aksi-aksi kekerasan yang hanya membawa penderitaan bagi masyarakat Papua.
Bagi Koops TNI Habema, setiap nyawa masyarakat Papua adalah amanah yang harus dijaga. Tidak ada keberhasilan operasi yang lebih bermakna selain melihat seorang ayah pulang dengan selamat kepada keluarganya, seorang ibu dapat memeluk anak-anaknya tanpa rasa cemas, serta generasi muda Papua tumbuh dengan harapan, bukan ketakutan.
“Negara akan terus hadir melindungi setiap warga, menegakkan hukum secara profesional dan bermartabat, serta menjaga agar tidak ada lagi keluarga Papua yang kehilangan orang tercinta akibat kekerasan,” ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :