BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
Rabu, 22 Juli 2026 - 21:09 WIB
loading...
A
A
A
Untuk kawasan Seimanggaris, Gerbang Negara nantinya diharapkan terhubung dengan sentra produksi, kawasan perkebunan kelapa sawit, industri pengolahan CPO, budidaya rumput laut, Pelabuhan Sei Ular, jaringan logistik Kalimantan Utara, hingga PKSN dan pusat-pusat pertumbuhan lainnya.
Pembangunan PLBN Seimanggaris harus menjadi bagian dari koridor ekonomi yang mampu meningkatkan efisiensi distribusi barang serta memperluas akses pasar bagi produk unggulan daerah.
“Kita harus mulai berpikir dalam kerangka koridor ekonomi. Gerbang Negara harus tersambung dengan pusat produksi, PKSN, pelabuhan, kawasan industri, dan jaringan logistik. Dengan begitu, pembangunan PLBN benar-benar dapat menciptakan efisiensi distribusi sekaligus membuka pasar yang lebih luas bagi produk unggulan daerah,” ungkap Nurdin.
Dalam perspektif yang lebih luas, Nurdin menilai PLBN Seimanggaris memiliki posisi strategis untuk memperkuat konektivitas ekonomi Kalimantan Utara dengan Sabah serta kawasan kerja sama subregional BIMP-EAGA.
Ke depan, BNPP akan terus mengawal percepatan pemenuhan readiness criteria, penetapan titik perlintasan bersama Malaysia, kesiapan lahan, penyusunan perencanaan kawasan, serta penguatan konektivitas dan infrastruktur pendukung agar pembangunan PLBN Seimanggaris dapat berjalan secara terintegrasi dengan pengembangan kawasan perbatasan.
“Gerbang Negara harus menjadi tempat bertemunya kedaulatan dan kesejahteraan. Negara hadir untuk menjaga batas dan mengatur perlintasan, tetapi pada saat yang sama Gerbang Negara harus membuka peluang bagi tumbuhnya perdagangan, investasi, dan kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat perbatasan,” ungkap Nurdin.
Melalui langkah percepatan tersebut, BNPP RI menegaskan komitmennya untuk menghadirkan PLBN Seimanggaris sebagai Gerbang Negara modern yang tidak hanya memperkuat kedaulatan Indonesia di wilayah perbatasan, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi, konektivitas, dan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan Kalimantan Utara.
Pembangunan PLBN Seimanggaris harus menjadi bagian dari koridor ekonomi yang mampu meningkatkan efisiensi distribusi barang serta memperluas akses pasar bagi produk unggulan daerah.
“Kita harus mulai berpikir dalam kerangka koridor ekonomi. Gerbang Negara harus tersambung dengan pusat produksi, PKSN, pelabuhan, kawasan industri, dan jaringan logistik. Dengan begitu, pembangunan PLBN benar-benar dapat menciptakan efisiensi distribusi sekaligus membuka pasar yang lebih luas bagi produk unggulan daerah,” ungkap Nurdin.
Dalam perspektif yang lebih luas, Nurdin menilai PLBN Seimanggaris memiliki posisi strategis untuk memperkuat konektivitas ekonomi Kalimantan Utara dengan Sabah serta kawasan kerja sama subregional BIMP-EAGA.
Ke depan, BNPP akan terus mengawal percepatan pemenuhan readiness criteria, penetapan titik perlintasan bersama Malaysia, kesiapan lahan, penyusunan perencanaan kawasan, serta penguatan konektivitas dan infrastruktur pendukung agar pembangunan PLBN Seimanggaris dapat berjalan secara terintegrasi dengan pengembangan kawasan perbatasan.
“Gerbang Negara harus menjadi tempat bertemunya kedaulatan dan kesejahteraan. Negara hadir untuk menjaga batas dan mengatur perlintasan, tetapi pada saat yang sama Gerbang Negara harus membuka peluang bagi tumbuhnya perdagangan, investasi, dan kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat perbatasan,” ungkap Nurdin.
Melalui langkah percepatan tersebut, BNPP RI menegaskan komitmennya untuk menghadirkan PLBN Seimanggaris sebagai Gerbang Negara modern yang tidak hanya memperkuat kedaulatan Indonesia di wilayah perbatasan, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi, konektivitas, dan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan Kalimantan Utara.
(jon)
Lihat Juga :