BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:09 WIB
loading...
BNPP Dorong Percepatan...
Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI terus mempercepat persiapan pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Seimanggaris di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Foto: Ist
A A A
NUNUKAN - Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI terus mempercepat persiapan pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Seimanggaris di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Pembangunan PLBN diproyeksikan tidak hanya menjadi pintu perlintasan resmi Indonesia–Malaysia, tetapi juga memperkuat Gerbang Negara sekaligus membuka koridor ekonomi Kalimantan Utara yang terhubung dengan kawasan Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia–Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA).

Komitmen tersebut ditandai dengan peninjauan dua alternatif lokasi pembangunan PLBN Seimanggaris oleh Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP RI Nurdin didampingi Asisten Deputi Pengelolaan Lintas Batas Negara Siti Metrianda Akuan, Selasa (21/7/2026).

Baca juga: Jajaran BNPP Didorong Lakukan Branding Pengelolaan Perbatasan

Peninjauan lapangan dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi dari berbagai aspek, mulai dari kondisi lahan, aksesibilitas, konektivitas lintas batas, hingga kesesuaian dengan rencana pengembangan kawasan.

Nurdin menjelaskan BNPP tengah mengkaji lokasi yang paling layak secara teknis maupun strategis agar pembangunan PLBN Seimanggaris dapat terintegrasi dengan titik masuk dan keluar (entry-exit point) di wilayah Malaysia.

“Kami telah meninjau dua alternatif lokasi PLBN Seimanggaris. Selanjutnya perlu dipastikan titik yang paling tepat secara teknis dan strategis, termasuk kesesuaiannya dengan entry-exit point di sisi Malaysia, sehingga gerbang kedua negara dapat terhubung dalam satu sistem perlintasan yang terpadu,” ujar Nurdin.

Penetapan titik perlintasan bersama Indonesia dan Malaysia merupakan salah satu syarat utama dalam pemenuhan readiness criteria pembangunan PLBN.

Karena itu, BNPP RI akan terus memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, Pemerintah Kabupaten Nunukan, serta membangun komunikasi bilateral dengan Pemerintah Malaysia guna mempercepat seluruh proses persiapan.

Selain itu, BNPP RI juga mendorong agar pembahasan pembangunan PLBN Seimanggaris menjadi salah satu agenda prioritas dalam forum Pertemuan Sosial Ekonomi Malaysia–Indonesia (Sosek Malindo).

Menurut Nurdin, forum tersebut dapat menjadi wadah strategis untuk mempercepat tercapainya kesepahaman kedua negara terkait lokasi titik perlintasan.

“Pemerintah daerah kami dorong untuk membawa pembahasan PLBN Seimanggaris ke dalam agenda Sosek Malindo. Semakin cepat terdapat kesepahaman mengenai titik perlintasan, semakin cepat pula readiness criteria dapat dituntaskan dan tahapan pembangunan dapat dilanjutkan,” katanya.

Pembangunan PLBN Seimanggaris tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur perlintasan negara. Dalam konsep Sistem Gerbang Negara Indonesia (SGNI), PLBN diposisikan sebagai simpul tata kelola Gerbang Negara yang mengintegrasikan pelayanan kepabeanan, keimigrasian, karantina, keamanan, konektivitas, hingga pengembangan kawasan dan ekonomi perbatasan.

Dia menuturkan pengembangan tersebut didukung oleh penataan ruang kawasan perbatasan melalui keberadaan Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Negara (PPPGN) sebagai kawasan pelayanan Gerbang Negara dan Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan.

Menurut Nurdin, pendekatan tersebut memastikan pembangunan PLBN menjadi bagian dari strategi pembangunan wilayah yang terintegrasi.

Untuk kawasan Seimanggaris, Gerbang Negara nantinya diharapkan terhubung dengan sentra produksi, kawasan perkebunan kelapa sawit, industri pengolahan CPO, budidaya rumput laut, Pelabuhan Sei Ular, jaringan logistik Kalimantan Utara, hingga PKSN dan pusat-pusat pertumbuhan lainnya.

Pembangunan PLBN Seimanggaris harus menjadi bagian dari koridor ekonomi yang mampu meningkatkan efisiensi distribusi barang serta memperluas akses pasar bagi produk unggulan daerah.

“Kita harus mulai berpikir dalam kerangka koridor ekonomi. Gerbang Negara harus tersambung dengan pusat produksi, PKSN, pelabuhan, kawasan industri, dan jaringan logistik. Dengan begitu, pembangunan PLBN benar-benar dapat menciptakan efisiensi distribusi sekaligus membuka pasar yang lebih luas bagi produk unggulan daerah,” ungkap Nurdin.

Dalam perspektif yang lebih luas, Nurdin menilai PLBN Seimanggaris memiliki posisi strategis untuk memperkuat konektivitas ekonomi Kalimantan Utara dengan Sabah serta kawasan kerja sama subregional BIMP-EAGA.

Ke depan, BNPP akan terus mengawal percepatan pemenuhan readiness criteria, penetapan titik perlintasan bersama Malaysia, kesiapan lahan, penyusunan perencanaan kawasan, serta penguatan konektivitas dan infrastruktur pendukung agar pembangunan PLBN Seimanggaris dapat berjalan secara terintegrasi dengan pengembangan kawasan perbatasan.

“Gerbang Negara harus menjadi tempat bertemunya kedaulatan dan kesejahteraan. Negara hadir untuk menjaga batas dan mengatur perlintasan, tetapi pada saat yang sama Gerbang Negara harus membuka peluang bagi tumbuhnya perdagangan, investasi, dan kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat perbatasan,” ungkap Nurdin.

Melalui langkah percepatan tersebut, BNPP RI menegaskan komitmennya untuk menghadirkan PLBN Seimanggaris sebagai Gerbang Negara modern yang tidak hanya memperkuat kedaulatan Indonesia di wilayah perbatasan, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi, konektivitas, dan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan Kalimantan Utara.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
Ekonomi Lesu, Welhelm...
Ekonomi Lesu, Welhelm Kurnala Perkuat UMKM Maluku lewat Dana Stimulan
BEM UI: Ekonomi Hanya...
BEM UI: Ekonomi Hanya Tumbuh di Atas Kertas, di Meja Makan Rakyat Tidak Ada yang Berubah
MBG di Papua Perkuat...
MBG di Papua Perkuat Gizi dan Gerakkan Ekonomi Lokal
Menteri dan Deretan...
Menteri dan Deretan Tokoh Daerah Bedah Transisi Ekonomi Jakarta
Angin Kencang Terjang...
Angin Kencang Terjang Klaten, Karhutla Muncul di Nunukan
Kerugian Ekonomi Akibat...
Kerugian Ekonomi Akibat Obesitas Anak Capai Rp5.280 Triliun, Novo Nordisk Perluas Program Pencegahan
Produksi CPO RI Capai...
Produksi CPO RI Capai 53 Juta Ton, Hilirisasi Sawit Perlu Dipercepat
Perlambatan Ekonomi...
Perlambatan Ekonomi Tekan Pendapatan, Agus Taufiq Perindo Desak Perluasan Lapangan Kerja
Rekomendasi
KPK Dalami Pertemuan...
KPK Dalami Pertemuan Bupati Kuansing Suhardiman Amby dengan Menhut Raja Juli
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
Alasan Hotman Paris...
Alasan Hotman Paris Tidak Khawatir soal Ucapannya 'Lu Punya Otak Gak?' Dilaporkan ke Polisi
Berita Terkini
Gejolak PPP Banten,...
Gejolak PPP Banten, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi
Kemenhut Bangun Rumah...
Kemenhut Bangun Rumah untuk Warga Terdampak Bencana Aceh Tamiang
Polisi Bakal Panggil...
Polisi Bakal Panggil Pengemudi Alphard dan Satpam yang Terlibat Cekcok di Bundaran HI
Sekda Tangsel Bambang...
Sekda Tangsel Bambang Ingatkan ASN Berikan Pelayanan Publik Sesuai Standar
Pramono Ungkap Alphard...
Pramono Ungkap Alphard Penerobos Lampu Merah di Bundaran HI Pakai Pelat Palsu
Minta Satpam Tak Dipecat,...
Minta Satpam Tak Dipecat, Pramono Ungkap CCTV Alphard Terobos Lampu Merah di Bundaran HI
Infografis
Sudaryono, Anak Petani...
Sudaryono, Anak Petani Grobogan yang Dipercaya Jadi Ketua BGN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved