Ketahanan Pangan Nasional, Nestlé Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
Rabu, 22 Juli 2026 - 06:13 WIB
loading...
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq saat mengunjungi peternakan sapi perah di KUD Dadi Jaya Purwodadi, Pasuruan, Selasa (21/7/2026). Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
PASURUAN - PT Nestlé Indonesia memperkuat komitmennya dalam memodernisasi sektor persusuan nasional. Mereka meresmikan implementasi teknologi closed-barn (kandang semi-tertutup) dan menyerahkan secara simbolis 90 ekor sapi perah impor kepada koperasi ternak di Jawa Timur, Selasa (21/7/2026).
Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Nestlé untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas susu segar dalam negeri. Termasuk menjaga ketahanan pangan nasional melalui pemberdayaan peternak lokal. Baca juga: Prabowo: Minimal Kita Aman dalam Masalah Pangan
Bantuan sapi perah dari Australia ini dialokasikan untuk tiga koperasi ternak unggulan, yakni KUD Dadi Jaya Purwodadi (Pasuruan), Koperasi SAE Pujon (Malang), dan KUD Sumber Makmur Ngantang (Malang). Selain sapi impor, Nestlé juga menyerahkan imported straw (semen beku unggul ras Friesian Holstein) untuk mempercepat perbaikan genetik populasi sapi lokal.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menyambut positif kolaborasi jangka panjang ini. Menurutnya, pendekatan industri yang fokus pada pembinaan peternak dan keberlanjutan lingkungan adalah model ideal yang perlu diperluas.
"Kami mengapresiasi PT Nestlé Indonesia. Pendekatan yang menggabungkan pengembangan industri dengan penguatan kapasitas masyarakat melalui kemitraan ini merupakan model kolaborasi yang patut terus diperkuat untuk mendorong ketahanan dan kemandirian pangan nasional," katanya.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Nestlé untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas susu segar dalam negeri. Termasuk menjaga ketahanan pangan nasional melalui pemberdayaan peternak lokal. Baca juga: Prabowo: Minimal Kita Aman dalam Masalah Pangan
Bantuan sapi perah dari Australia ini dialokasikan untuk tiga koperasi ternak unggulan, yakni KUD Dadi Jaya Purwodadi (Pasuruan), Koperasi SAE Pujon (Malang), dan KUD Sumber Makmur Ngantang (Malang). Selain sapi impor, Nestlé juga menyerahkan imported straw (semen beku unggul ras Friesian Holstein) untuk mempercepat perbaikan genetik populasi sapi lokal.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menyambut positif kolaborasi jangka panjang ini. Menurutnya, pendekatan industri yang fokus pada pembinaan peternak dan keberlanjutan lingkungan adalah model ideal yang perlu diperluas.
"Kami mengapresiasi PT Nestlé Indonesia. Pendekatan yang menggabungkan pengembangan industri dengan penguatan kapasitas masyarakat melalui kemitraan ini merupakan model kolaborasi yang patut terus diperkuat untuk mendorong ketahanan dan kemandirian pangan nasional," katanya.
Lihat Juga :