Ketahanan Pangan Nasional, Nestlé Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
Rabu, 22 Juli 2026 - 06:13 WIB
loading...
A
A
A
Penerapan Closed-Barn menjadi solusi inovatif dalam mengatasi iklim tropis Indonesia yang cenderung panas dan lembap. Sistem ini dilengkapi dengan teknologi cooling pad dan exhaust fan untuk mengontrol suhu, kelembapan, serta sirkulasi udara, sehingga mengurangi resiko stres panas (heat stress) pada sapi.
Bupati Pasuruan Mochamad Rusdi Sutejo menekankan pentingnya teknologi ini di tengah tantangan lahan yang makin terbatas. Pasuruan yang saat ini menjadi daerah penghasil susu terbesar kedua di Jawa Timur diuntungkan dengan hadirnya modernisasi peternakan ini, yang juga berdampak langsung pada penanganan stunting di wilayahnya. Berdasarkan hasil uji coba di lapangan, penggunaan Closed-Barn terbukti ampuh mendorong peningkatan hasil produksi ternak.
Corporate Affairs Director Nestlé Indonesia, Fajar Dewantara, menjelaskan bahwa kolaborasi rantai pasok ini memegang peranan penting bagi industri. "Kami percaya bahwa penguatan sektor persusuan membutuhkan kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah, koperasi, peternak, dan pelaku industri untuk mendukung rantai pasok susu segar nasional agar semakin tangguh dan berkelanjutan," jelasnya.
Dorong Pertanian Terpadu dan Regeneratif
Bukan hanya peningkatan volume produksi, Nestlé Indonesia juga memprioritaskan prinsip keberlanjutan lingkungan melalui penerapan regenerative agriculture (pertanian regeneratif). Langkah konkret yang telah dijalankan di antaranya, pertama, pembangunan 8.700 unit biodigester dan 2.000 manure application unit guna mengolah limbah kotoran sapi menjadi biogas dan pupuk organik. Baca juga: Hanif Faisol Beberkan Alasan Presiden Prabowo Tambah Kursi Wamenko Pangan
Kedua, penanaman lebih dari 200.000 pohon legum lewat sistem silvopastura untuk menjaga nutrisi tanah dan konservasi air. Saat ini, Nestlé Indonesia mengucurkan dana lebih dari USD60 juta setiap tahunnya untuk menyerap susu segar dari 28 koperasi dan lebih dari 12.000 peternak rakyat di Jawa Timur. Ke depannya, program pendampingan dan modernisasi peternakan ini juga akan terus diperluas hingga ke wilayah Jawa Tengah.
Bupati Pasuruan Mochamad Rusdi Sutejo menekankan pentingnya teknologi ini di tengah tantangan lahan yang makin terbatas. Pasuruan yang saat ini menjadi daerah penghasil susu terbesar kedua di Jawa Timur diuntungkan dengan hadirnya modernisasi peternakan ini, yang juga berdampak langsung pada penanganan stunting di wilayahnya. Berdasarkan hasil uji coba di lapangan, penggunaan Closed-Barn terbukti ampuh mendorong peningkatan hasil produksi ternak.
Corporate Affairs Director Nestlé Indonesia, Fajar Dewantara, menjelaskan bahwa kolaborasi rantai pasok ini memegang peranan penting bagi industri. "Kami percaya bahwa penguatan sektor persusuan membutuhkan kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah, koperasi, peternak, dan pelaku industri untuk mendukung rantai pasok susu segar nasional agar semakin tangguh dan berkelanjutan," jelasnya.
Dorong Pertanian Terpadu dan Regeneratif
Bukan hanya peningkatan volume produksi, Nestlé Indonesia juga memprioritaskan prinsip keberlanjutan lingkungan melalui penerapan regenerative agriculture (pertanian regeneratif). Langkah konkret yang telah dijalankan di antaranya, pertama, pembangunan 8.700 unit biodigester dan 2.000 manure application unit guna mengolah limbah kotoran sapi menjadi biogas dan pupuk organik. Baca juga: Hanif Faisol Beberkan Alasan Presiden Prabowo Tambah Kursi Wamenko Pangan
Kedua, penanaman lebih dari 200.000 pohon legum lewat sistem silvopastura untuk menjaga nutrisi tanah dan konservasi air. Saat ini, Nestlé Indonesia mengucurkan dana lebih dari USD60 juta setiap tahunnya untuk menyerap susu segar dari 28 koperasi dan lebih dari 12.000 peternak rakyat di Jawa Timur. Ke depannya, program pendampingan dan modernisasi peternakan ini juga akan terus diperluas hingga ke wilayah Jawa Tengah.
(poe)
Lihat Juga :