Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
Senin, 20 Juli 2026 - 19:46 WIB
loading...
Disparekraf DKI Jakarta melalui Jakarta Ecotourism Festival 2026 mengajak siswa SMKN 8 Jakarta Selatan mempelajari pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta melalui Jakarta Ecotourism Festival 2026 mengajak siswa SMKN 8 Jakarta Selatan untuk mempelajari pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular hingga pelestarian ekosistem perkotaan dalam rangkaian kegiatan pada Senin (20/7/2026).
Kegiatan ini sebagai sarana edukasi lingkungan bagi generasi muda. Selama satu hari penuh, para peserta diajak mengenal konsep wisata berkelanjutan, pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, hingga pentingnya menjaga ekosistem perkotaan.
Rangkaian kegiatan diawali di Taman Cattleya, Kemanggisan, Jakarta Barat. Sejak pagi, para siswa tampak antusias mengenakan kaus putih dan topi bertuliskan Jakarta Ecotourism Festival 2026 sebelum mengikuti berbagai permainan interaktif yang dirancang untuk membangun kekompakan, komunikasi, dan kerja sama tim.
Baca juga: Perkuat Profil Pelajar Pancasila, Siswa SMP di Sidoarjo Outing Class di Kampung Edukasi Sampah
Suasana penuh semangat langsung terasa ketika peserta mengikuti berbagai fun games bersama instruktur. Gelak tawa dan sorak-sorai mewarnai setiap tantangan yang harus diselesaikan secara berkelompok. Meski ada yang harus menerima kekalahan dalam permainan, hal tersebut justru semakin mempererat kebersamaan di antara para siswa.
Usai beraktivitas di Taman Cattleya, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Bank Sampah Bumi Lestari untuk mempelajari secara langsung sistem pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.
Di lokasi tersebut, peserta memperoleh edukasi mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari rumah melalui penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Para siswa juga dikenalkan pada mekanisme bank sampah, mulai dari proses penimbangan, pencatatan, hingga bagaimana sampah yang telah dipilah memiliki nilai ekonomi sebelum didaur ulang atau disalurkan kepada mitra pengolah.
"Sampah-sampah tersebut selanjutnya akan didaur ulang atau dijual kepada mitra pengolah sehingga dapat dimanfaatkan kembali," kata salah satu pemateri dalam kegiatan Jakarta Ecotourism Festival 2026.
Tak hanya mendapatkan teori, para peserta juga diajak menyaksikan langsung proses pemilahan sampah berdasarkan jenis material seperti plastik, kertas, kardus, hingga logam. Sebelum memasuki area pengelolaan, mereka dibekali sarung tangan dan masker sebagai bagian dari edukasi mengenai keselamatan dan kebersihan kerja.
Perjalanan edukatif kemudian berlanjut ke Waduk Citra Garden, Jakarta Barat. Di kawasan ini, siswa diperkenalkan pada pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan melalui pelestarian flora dan fauna yang hidup di sekitar waduk.
Melalui pengamatan langsung, peserta mengenal beragam satwa yang hidup berdampingan dengan lingkungan perkotaan sekaligus memahami fungsi ruang terbuka hijau dan kawasan perairan sebagai habitat alami yang harus dijaga. Edukasi tersebut juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan demi kelestarian keanekaragaman hayati di Jakarta.
Bagi siswa SMKN 8 Jakarta Selatan, Jakarta Ecotourism Festival 2026 menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna. Selain menghadirkan aktivitas interaktif di alam terbuka, festival ini juga memperkuat pemahaman generasi muda mengenai pengelolaan sampah, ekonomi sirkular, dan pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Jakarta yang lebih hijau, bersih, serta berkelanjutan.
Kegiatan ini sebagai sarana edukasi lingkungan bagi generasi muda. Selama satu hari penuh, para peserta diajak mengenal konsep wisata berkelanjutan, pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, hingga pentingnya menjaga ekosistem perkotaan.
Rangkaian kegiatan diawali di Taman Cattleya, Kemanggisan, Jakarta Barat. Sejak pagi, para siswa tampak antusias mengenakan kaus putih dan topi bertuliskan Jakarta Ecotourism Festival 2026 sebelum mengikuti berbagai permainan interaktif yang dirancang untuk membangun kekompakan, komunikasi, dan kerja sama tim.
Baca juga: Perkuat Profil Pelajar Pancasila, Siswa SMP di Sidoarjo Outing Class di Kampung Edukasi Sampah
Suasana penuh semangat langsung terasa ketika peserta mengikuti berbagai fun games bersama instruktur. Gelak tawa dan sorak-sorai mewarnai setiap tantangan yang harus diselesaikan secara berkelompok. Meski ada yang harus menerima kekalahan dalam permainan, hal tersebut justru semakin mempererat kebersamaan di antara para siswa.
Usai beraktivitas di Taman Cattleya, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Bank Sampah Bumi Lestari untuk mempelajari secara langsung sistem pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.
Di lokasi tersebut, peserta memperoleh edukasi mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari rumah melalui penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Para siswa juga dikenalkan pada mekanisme bank sampah, mulai dari proses penimbangan, pencatatan, hingga bagaimana sampah yang telah dipilah memiliki nilai ekonomi sebelum didaur ulang atau disalurkan kepada mitra pengolah.
"Sampah-sampah tersebut selanjutnya akan didaur ulang atau dijual kepada mitra pengolah sehingga dapat dimanfaatkan kembali," kata salah satu pemateri dalam kegiatan Jakarta Ecotourism Festival 2026.
Tak hanya mendapatkan teori, para peserta juga diajak menyaksikan langsung proses pemilahan sampah berdasarkan jenis material seperti plastik, kertas, kardus, hingga logam. Sebelum memasuki area pengelolaan, mereka dibekali sarung tangan dan masker sebagai bagian dari edukasi mengenai keselamatan dan kebersihan kerja.
Perjalanan edukatif kemudian berlanjut ke Waduk Citra Garden, Jakarta Barat. Di kawasan ini, siswa diperkenalkan pada pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan melalui pelestarian flora dan fauna yang hidup di sekitar waduk.
Melalui pengamatan langsung, peserta mengenal beragam satwa yang hidup berdampingan dengan lingkungan perkotaan sekaligus memahami fungsi ruang terbuka hijau dan kawasan perairan sebagai habitat alami yang harus dijaga. Edukasi tersebut juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan demi kelestarian keanekaragaman hayati di Jakarta.
Bagi siswa SMKN 8 Jakarta Selatan, Jakarta Ecotourism Festival 2026 menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna. Selain menghadirkan aktivitas interaktif di alam terbuka, festival ini juga memperkuat pemahaman generasi muda mengenai pengelolaan sampah, ekonomi sirkular, dan pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Jakarta yang lebih hijau, bersih, serta berkelanjutan.
(jon)
Lihat Juga :