Doni Sudah Menjadi Target Polisi Sebelum Dilantik sebagai Anggota DPRD

loading...
Doni Sudah Menjadi Target Polisi Sebelum Dilantik sebagai Anggota DPRD
Digrebeknya Doni yang disebut sebagai bandar narkoba oleh Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia di salah satu rumah pertokoan (Ruko) di kawasan Puncak. Foto SINDOnews
PALEMBANG - Digrebeknya Doni yang disebut sebagai bandar narkoba oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia di salah satu rumah pertokoan (Ruko) di kawasan Puncak Sekuning Jalan Riau Kelurahan 26 Ilir D.I, Selasa (22/09/2020) pagi menguak fakta baru.

Direktur Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Sumatera Selatan, Kombes Pol Heri Istu mengatakan, jika tersangka Doni sudah lama menjadi target operasi pihaknya. "Tersangka Doni ini sudah lama menjadi target kita, bahkan lama sebelum tersangka dilantik sebagai anggota DPRD Kota Palembang," ujar Heri Istu diruang kerjanya. (Baca: Modus Lama, Pengedar Sembunyikan Sabu di dalam Sepatu Digerebek)

Menurut Heri, tersangka Doni dikenal sangat pintar dan licin dalam mengedarkan narkotika, sehingga membuat pihaknya kesulitan untuk menangkapnya bersama barang bukti. "Sebelum saya menjabat Dires Narkoba Polda Sumsel dan masih bertugas di BNN Pusat, tersangka Doni ini memang sudah menjadi target operasi," jelasnya. (Baca juga :Tabrak Burung, Pesawat Wapres AS Lakukan Pendaratan Darurat)

Diketahui, Doni dilantik sebagai anggota DPRD Kota Palembang periode 2019-2024 dari Partai Golkar sejak 30 September 2019. Dirinya dilantik usai meraih total suara sebanyak 5.232 pada Daerah Pemilihan Kota Palembang 1 yang meliputi Kecamatan Bukit Kecil, Kecamatan Gandus, Kecamatan Ilir Barat I dan Kecamatan Ilir Barat II. (Baca: Dagang Sabu, Residivis Narkoba Kembali Dijebloskan ke Penjara)



"Doni diamankan bersama lima tersangka lainnya yakni A, W, JK, YS dan YT. Mereka diamankan bersama barang bukti yakni 30 ribu butir ekstasi dan 5 kilogram sabu-sabu," tandasnya.
(don)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top