Teknologi Pupuk Hayati Dongkrak Produktivitas Sawah di Subang, Hasil Panen Tembus 4,76 Ton per Hektare
Sabtu, 11 Juli 2026 - 21:28 WIB
loading...
A
A
A
Ketua Intani Jawa Barat, Riyan Sumindar, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya memperbaiki kualitas tanah pertanian yang menurutnya banyak mengalami degradasi kesuburan.
"Tujuan kami bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memperbaiki kesehatan tanah dan menekan biaya produksi petani. Dengan aplikasi Pureplant dan HumicGen, biaya budidaya menurut perhitungan kami bisa jauh lebih efisien dibandingkan pola konvensional," ujarnya.
Riyan juga menyebut umur panen pada demplot tersebut relatif lebih singkat. Pengambilan sampel dilakukan pada umur tanaman 86 hari setelah tanam yang dimulai pada 15 April 2026, sedangkan panen dijadwalkan pada hari ke-88.
"Hasil panen nantinya diperkirakan tidak akan jauh berbeda dengan hasil ubinan. Bisa sedikit lebih tinggi atau sedikit lebih rendah," kata alumnus Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran itu.
Ia menjelaskan Pureplant dikembangkan menggunakan mikroorganisme lokal yang berasal dari sumber hayati Indonesia dan dirancang untuk mendukung pemulihan kesuburan tanah secara berkelanjutan.
Sementara itu, Agronomis PT IMP 168, Rohman, menjelaskan penerapan teknologi budidaya tersebut relatif sederhana sehingga mudah diadopsi petani. Pembenah tanah HumicGen diaplikasikan saat pengolahan lahan sekitar dua minggu sebelum tanam. Selanjutnya pupuk hayati Pureplant disemprotkan pada umur tanaman 7, 14, 21, dan 30 hari setelah tanam.
"Tujuan kami bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memperbaiki kesehatan tanah dan menekan biaya produksi petani. Dengan aplikasi Pureplant dan HumicGen, biaya budidaya menurut perhitungan kami bisa jauh lebih efisien dibandingkan pola konvensional," ujarnya.
Riyan juga menyebut umur panen pada demplot tersebut relatif lebih singkat. Pengambilan sampel dilakukan pada umur tanaman 86 hari setelah tanam yang dimulai pada 15 April 2026, sedangkan panen dijadwalkan pada hari ke-88.
"Hasil panen nantinya diperkirakan tidak akan jauh berbeda dengan hasil ubinan. Bisa sedikit lebih tinggi atau sedikit lebih rendah," kata alumnus Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran itu.
Ia menjelaskan Pureplant dikembangkan menggunakan mikroorganisme lokal yang berasal dari sumber hayati Indonesia dan dirancang untuk mendukung pemulihan kesuburan tanah secara berkelanjutan.
Sementara itu, Agronomis PT IMP 168, Rohman, menjelaskan penerapan teknologi budidaya tersebut relatif sederhana sehingga mudah diadopsi petani. Pembenah tanah HumicGen diaplikasikan saat pengolahan lahan sekitar dua minggu sebelum tanam. Selanjutnya pupuk hayati Pureplant disemprotkan pada umur tanaman 7, 14, 21, dan 30 hari setelah tanam.
Lihat Juga :