Produk Olahan Singkong Sleman Terus Dikembangkan
Rabu, 08 Juli 2026 - 17:30 WIB
loading...
Pemberdayaan UMKM yang memproduksi olahan singkong di Kalurahan Gayamharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Foto/Ist
A
A
A
SLEMAN - Produk olahan singkong di Kalurahan Gayamharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan semakin bernilai tambah dan memiliki daya saing yang tinggi. Berkolaborasi dengan BRIRINS Institute, BRI Life menggelar pemberdayaan UMKM di wilayah tersebut.
Dalam kegiatan ini, BRI Life tidak hanya memberikan dukungan berupa sarana produksi, tetapi juga memperkuat tata kelola usaha, inovasi produk, literasi keuangan, serta perluasan akses pasar. Program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal masyarakat Yogya yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca juga: Unpad, UB, dan UT Bantu Pelaku UMK Terdampak Bencana di Sumut lewat Program PMKI 2026
Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Aris Herbandang mengapresiasi konsistensi BRI Life dalam mendampingi UMKM. Menurutnya, program ini sangat dibutuhkan oleh pemerintah daerah yang ingin mengembangkan UMKM-nya.
“Program ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan daya saing UMKM berbasis potensi local,” kata Aris dalam keterangan tertulis dikutip Rabu (8/7/2026).
Ade Nasution, Head of Corporate Secretary Division BRI Life menambahkan, pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu fokus pihaknya dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Bagi BRI Life, keberhasilan sebuah program TJSL tidak hanya diukur dari bantuan yang diberikan, tetapi dari kemampuan masyarakat untuk terus berkembang setelah program selesai dilaksanakan.
Baca juga: Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
“Karena itu kami menghadirkan program yang tidak hanya menyediakan sarana produksi, tetapi juga memperkuat kapasitas usaha melalui pendampingan yang terstruktur bersama BRIRINS Institute. Kami berharap program ini mampu melahirkan UMKM yang lebih mandiri, adaptif, dan memiliki daya saing,” ujar Ade dalam keterangannya dikutip Rabu (8/7/2026).
Selama pelaksanaan program, BRI Life bersama BRIRINS Institute mendampingi Kelompok UMKM Monalisa dalam pengembangan proses produksi, tata kelola administrasi, inovasi produk, hingga strategi pemasaran. Salah satu hasil nyata program adalah lahirnya Pie Susu Kambing Mocaf yang memanfaatkan tepung mocaf berbahan dasar singkong dan dipadukan dengan susu kambing lokal sehingga memiliki nilai tambah dan peluang pasar yang lebih luas.
BRI Life juga mendukung modernisasi proses produksi melalui penyediaan oven bertingkat, meja kerja stainless steel, serta perangkat digital untuk pencatatan usaha. Sebanyak 30 anggota UMKM Monalisa memperoleh perlindungan Asuransi Mikro Kecelakaan, Kesehatan, dan Meninggal Dunia (AMKKM) dari BRI Life yang dilengkapi edukasi literasi keuangan guna memperkuat ketahanan finansial mereka.
Untuk memastikan keberlanjutan usaha sejak hulu, program ini turut melibatkan pakar pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) yang memberikan pendampingan mengenai pengendalian hama dan penyakit tanaman sehingga kualitas bahan baku tetap terjaga.
Sementara itu, Koordinator Rumah Produksi dan Pemasaran UMKM Monalisa, Mantik Bimo Nugroho menyampaikan bahwa pendampingan tersebut telah meningkatkan kemampuan kelompok dalam mengelola usaha, memanfaatkan teknologi digital, serta memperluas pemasaran produk olahan mocaf.
Dalam kegiatan ini, BRI Life tidak hanya memberikan dukungan berupa sarana produksi, tetapi juga memperkuat tata kelola usaha, inovasi produk, literasi keuangan, serta perluasan akses pasar. Program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal masyarakat Yogya yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca juga: Unpad, UB, dan UT Bantu Pelaku UMK Terdampak Bencana di Sumut lewat Program PMKI 2026
Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Aris Herbandang mengapresiasi konsistensi BRI Life dalam mendampingi UMKM. Menurutnya, program ini sangat dibutuhkan oleh pemerintah daerah yang ingin mengembangkan UMKM-nya.
“Program ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan daya saing UMKM berbasis potensi local,” kata Aris dalam keterangan tertulis dikutip Rabu (8/7/2026).
Ade Nasution, Head of Corporate Secretary Division BRI Life menambahkan, pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu fokus pihaknya dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Bagi BRI Life, keberhasilan sebuah program TJSL tidak hanya diukur dari bantuan yang diberikan, tetapi dari kemampuan masyarakat untuk terus berkembang setelah program selesai dilaksanakan.
Baca juga: Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
“Karena itu kami menghadirkan program yang tidak hanya menyediakan sarana produksi, tetapi juga memperkuat kapasitas usaha melalui pendampingan yang terstruktur bersama BRIRINS Institute. Kami berharap program ini mampu melahirkan UMKM yang lebih mandiri, adaptif, dan memiliki daya saing,” ujar Ade dalam keterangannya dikutip Rabu (8/7/2026).
Selama pelaksanaan program, BRI Life bersama BRIRINS Institute mendampingi Kelompok UMKM Monalisa dalam pengembangan proses produksi, tata kelola administrasi, inovasi produk, hingga strategi pemasaran. Salah satu hasil nyata program adalah lahirnya Pie Susu Kambing Mocaf yang memanfaatkan tepung mocaf berbahan dasar singkong dan dipadukan dengan susu kambing lokal sehingga memiliki nilai tambah dan peluang pasar yang lebih luas.
BRI Life juga mendukung modernisasi proses produksi melalui penyediaan oven bertingkat, meja kerja stainless steel, serta perangkat digital untuk pencatatan usaha. Sebanyak 30 anggota UMKM Monalisa memperoleh perlindungan Asuransi Mikro Kecelakaan, Kesehatan, dan Meninggal Dunia (AMKKM) dari BRI Life yang dilengkapi edukasi literasi keuangan guna memperkuat ketahanan finansial mereka.
Untuk memastikan keberlanjutan usaha sejak hulu, program ini turut melibatkan pakar pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) yang memberikan pendampingan mengenai pengendalian hama dan penyakit tanaman sehingga kualitas bahan baku tetap terjaga.
Sementara itu, Koordinator Rumah Produksi dan Pemasaran UMKM Monalisa, Mantik Bimo Nugroho menyampaikan bahwa pendampingan tersebut telah meningkatkan kemampuan kelompok dalam mengelola usaha, memanfaatkan teknologi digital, serta memperluas pemasaran produk olahan mocaf.
(shf)
Lihat Juga :