Update Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang, Titik Api Tersisa 30 Persen
Rabu, 08 Juli 2026 - 15:19 WIB
loading...
Proses pemadaman kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang masih terus dilakukan hingga memasuki hari ke-9 pada Rabu (8/7/2026). Foto: Dok Sindonews
A
A
A
TANGERANG - Proses pemadaman kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Jatiwaringin , Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang masih terus dilakukan hingga memasuki hari ke-9 pada Rabu (8/7/2026).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Achmad Taufik memperkirakan masih terdapat sekitar 30 persen titik api yang tersisa dari total area yang sebelumnya terbakar. “Sampai hari ke-9 ini mungkin sekitar 30% lagi dari 15 hektare yang terbakar,” ujarnya, Rabu (8/7/2026).
Baca juga: 232 Warga Mengungsi Akibat Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang
Saat ini, petugas masih terus berupaya memadamkan sisa titik api sekaligus mengantisipasi munculnya api baru dari dalam tumpukan sampah.
Kebakaran di TPA memiliki karakteristik berbeda dengan kebakaran lahan gambut. Sebab, tumpukan sampah di TPA Jatiwaringin telah menggunung selama bertahun-tahun sehingga menghasilkan kandungan gas metana.
Karena itu, proses pemadaman membutuhkan penanganan khusus. Petugas harus mengurai gunungan sampah menggunakan alat berat agar titik api di bagian dalam lebih mudah dijangkau dan dipadamkan.
"Karena memang struktur sampah dengan gambut ini berbeda. Kalau gambut kan memang sulit juga, tapi lebih berat TPA, sampah TPA yang menggunung ya, bukan sekedar sampah tapi yang sudah menggunung, yang sudah puluhan tahun karena dia mengandung gas metana, gas listrik,” ungkapnya.
Hingga kini, pemadaman masih dilakukan melalui tiga metode yakni penyiraman dari darat oleh petugas pemadam kebakaran, water bombing menggunakan helikopter BNPB, serta injeksi pada titik panas oleh Manggala Agni.
“Jumlahnya secara bertahap meningkat, dari mulai satu, dua, sampai sekarang udah empat. Tapi, yang beroperasi hari ini tiga karena satunya ada kegiatan lain,” ucap Achmad.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Achmad Taufik memperkirakan masih terdapat sekitar 30 persen titik api yang tersisa dari total area yang sebelumnya terbakar. “Sampai hari ke-9 ini mungkin sekitar 30% lagi dari 15 hektare yang terbakar,” ujarnya, Rabu (8/7/2026).
Baca juga: 232 Warga Mengungsi Akibat Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang
Saat ini, petugas masih terus berupaya memadamkan sisa titik api sekaligus mengantisipasi munculnya api baru dari dalam tumpukan sampah.
Kebakaran di TPA memiliki karakteristik berbeda dengan kebakaran lahan gambut. Sebab, tumpukan sampah di TPA Jatiwaringin telah menggunung selama bertahun-tahun sehingga menghasilkan kandungan gas metana.
Karena itu, proses pemadaman membutuhkan penanganan khusus. Petugas harus mengurai gunungan sampah menggunakan alat berat agar titik api di bagian dalam lebih mudah dijangkau dan dipadamkan.
"Karena memang struktur sampah dengan gambut ini berbeda. Kalau gambut kan memang sulit juga, tapi lebih berat TPA, sampah TPA yang menggunung ya, bukan sekedar sampah tapi yang sudah menggunung, yang sudah puluhan tahun karena dia mengandung gas metana, gas listrik,” ungkapnya.
Hingga kini, pemadaman masih dilakukan melalui tiga metode yakni penyiraman dari darat oleh petugas pemadam kebakaran, water bombing menggunakan helikopter BNPB, serta injeksi pada titik panas oleh Manggala Agni.
“Jumlahnya secara bertahap meningkat, dari mulai satu, dua, sampai sekarang udah empat. Tapi, yang beroperasi hari ini tiga karena satunya ada kegiatan lain,” ucap Achmad.
(jon)
Lihat Juga :