Rakernas XVIII APEKSI Hasilkan 10 Rekomendasi untuk Perkuat Pembangunan Perkotaan
Jum'at, 03 Juli 2026 - 12:58 WIB
loading...
A
A
A
Lihat video: Indonesai Gandeng Qatar Jadi Investor Program Pembangunan 3 Juta Rumah di Perkotaan
Rakernas XVIII APEKSI menegaskan ketangguhan kota tidak hanya berkaitan dengan kesiapsiagaan menghadapi bencana, tetapi juga mencakup ketahanan fiskal, pelayanan publik yang berkualitas, pembangunan ekonomi, transformasi digital, pengelolaan lingkungan, serta kolaborasi antarpemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Sebanyak 88 wali kota, 4 wakil wali kota, 2 sekretaris daerah, dan 1 kepala Bappeda dipastikan hadir dalam Rakernas XVIII APEKSI mewakili 98 kota anggota APEKSI. Karnaval budaya diperkirakan melibatkan sekitar 2.800 peserta, sementara Indonesia City Expo dan bazar menghadirkan 375 pelaku UMKM. Pemerintah Kota Medan memperkirakan penyelenggaraan Rakernas akan mendorong perputaran ekonomi hingga sekitar Rp 72 miliar.
“Sepuluh rekomendasi yang dihasilkan akan menjadi agenda advokasi APEKSI kepada pemerintah pusat sebagai bentuk komitmen bersama pemerintah kota untuk mewujudkan kota-kota yang semakin tangguh, inklusif, dan berdaya saing, sejalan dengan semangat "Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat,” katanya.
Berikut ini 10 rekomendasi Rakernas XVIII APEKSI, yaitu:
1.Penguatan kapasitas fiskal dan reformasi hubungan keuangan pusat-daerah.
2.Penataan kebijakan ASN, PPPK, dan fleksibilitas belanja daerah.
3.Penguatan tata kelola program strategis nasional di daerah.
4.Percepatan pembangunan infrastruktur dan konektivitas wilayah.
5.Transformasi tata kelola pemerintahan dan digitalisasi layanan publik.
6.Penguatan ketahanan lingkungan dan kota berkelanjutan.
7.Penguatan ekonomi lokal dan pembangunan inklusif.
8.Penguatan tata ruang, kerja sama daerah, dan pembangunan kewilayahan.
9.Penguatan advokasi hukum dan kepastian regulasi.
10.Pelibatan generasi muda dalam pembangunan kota secara berkelanjutan.
Rakernas XVIII APEKSI menegaskan ketangguhan kota tidak hanya berkaitan dengan kesiapsiagaan menghadapi bencana, tetapi juga mencakup ketahanan fiskal, pelayanan publik yang berkualitas, pembangunan ekonomi, transformasi digital, pengelolaan lingkungan, serta kolaborasi antarpemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Sebanyak 88 wali kota, 4 wakil wali kota, 2 sekretaris daerah, dan 1 kepala Bappeda dipastikan hadir dalam Rakernas XVIII APEKSI mewakili 98 kota anggota APEKSI. Karnaval budaya diperkirakan melibatkan sekitar 2.800 peserta, sementara Indonesia City Expo dan bazar menghadirkan 375 pelaku UMKM. Pemerintah Kota Medan memperkirakan penyelenggaraan Rakernas akan mendorong perputaran ekonomi hingga sekitar Rp 72 miliar.
“Sepuluh rekomendasi yang dihasilkan akan menjadi agenda advokasi APEKSI kepada pemerintah pusat sebagai bentuk komitmen bersama pemerintah kota untuk mewujudkan kota-kota yang semakin tangguh, inklusif, dan berdaya saing, sejalan dengan semangat "Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat,” katanya.
Berikut ini 10 rekomendasi Rakernas XVIII APEKSI, yaitu:
1.Penguatan kapasitas fiskal dan reformasi hubungan keuangan pusat-daerah.
2.Penataan kebijakan ASN, PPPK, dan fleksibilitas belanja daerah.
3.Penguatan tata kelola program strategis nasional di daerah.
4.Percepatan pembangunan infrastruktur dan konektivitas wilayah.
5.Transformasi tata kelola pemerintahan dan digitalisasi layanan publik.
6.Penguatan ketahanan lingkungan dan kota berkelanjutan.
7.Penguatan ekonomi lokal dan pembangunan inklusif.
8.Penguatan tata ruang, kerja sama daerah, dan pembangunan kewilayahan.
9.Penguatan advokasi hukum dan kepastian regulasi.
10.Pelibatan generasi muda dalam pembangunan kota secara berkelanjutan.
(cip)
Lihat Juga :