Rakernas XVIII APEKSI Hasilkan 10 Rekomendasi untuk Perkuat Pembangunan Perkotaan
Jum'at, 03 Juli 2026 - 12:58 WIB
loading...
Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) resmi ditutup di Kota Medan, kemarin. Foto/istimewa
A
A
A
MEDAN - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia ( APEKSI ) resmi ditutup di Kota Medan, kemarin. Rakernas yang mengusung tema "Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat" menghasilkan sepuluh rekomendasi strategis.
Rekomendasi tersebut sebagai suara bersama pemerintah kota dalam memperkuat pembangunan perkotaan yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan. Rangkaian kegiatan Rakernas XVIII APEKSI yang diselenggarakan pada 28 Juni–4 Juli 2026 menjadi ruang kolaborasi bagi pemerintah kota untuk bertukar pengalaman, memperkuat jejaring, dan merumuskan solusi atas berbagai tantangan perkotaan.
Selain sebagai forum strategis organisasi, rakernas ini juga diisi dengan Youth City Changers (YCC), Ladies Program, Forum Kepala Bappeda, Forum Lingkungan Hidup, Forum Komunikasi Digital (Komdigi), Forum Pangan, Forum Bisnis dan Investasi, Karnaval Budaya Nusantara, hingga Indonesia City Expo (ICE).
Baca juga: Di Rakernas APEKSI, Menko AHY: Wali Kota Adalah Duta Terbaik untuk Tarik Investasi dan Layani Rakyat Perkotaan
Berbagai forum tersebut memperkaya pembahasan mengenai isu-isu strategis, mulai dari ketahanan fiskal, pembangunan infrastruktur, transformasi digital, ketahanan pangan, pengelolaan lingkungan, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik, yang kemudian dirumuskan menjadi rekomendasi bersama Rakernas XVIII APEKSI.
Direktur Eksekutif APEKSI, Alwis Rustam mengatakan, berbagai pembahasan dalam Rakernas mencakup penguatan ketahanan fiskal daerah, penataan kebijakan ASN, percepatan pembangunan infrastruktur, transformasi digital pemerintahan, pengelolaan lingkungan dan persampahan, ketahanan pangan, penguatan ekonomi lokal, penataan ruang dan kerja sama antardaerah, penguatan kepastian hukum, hingga peningkatan partisipasi generasi muda dalam pembangunan kota.
“Rekomendasi tersebut merupakan hasil konsolidasi berbagai forum dan pembahasan selama Rakernas. Menurutnya, pemerintah kota memiliki pengalaman langsung dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, sehingga masukan yang dirumuskan dalam Rakernas diharapkan menjadi bagian dari penguatan kebijakan nasional,” ktaanya, Jumat (3/7/2026).
Lihat video: Indonesai Gandeng Qatar Jadi Investor Program Pembangunan 3 Juta Rumah di Perkotaan
Rakernas XVIII APEKSI menegaskan ketangguhan kota tidak hanya berkaitan dengan kesiapsiagaan menghadapi bencana, tetapi juga mencakup ketahanan fiskal, pelayanan publik yang berkualitas, pembangunan ekonomi, transformasi digital, pengelolaan lingkungan, serta kolaborasi antarpemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Sebanyak 88 wali kota, 4 wakil wali kota, 2 sekretaris daerah, dan 1 kepala Bappeda dipastikan hadir dalam Rakernas XVIII APEKSI mewakili 98 kota anggota APEKSI. Karnaval budaya diperkirakan melibatkan sekitar 2.800 peserta, sementara Indonesia City Expo dan bazar menghadirkan 375 pelaku UMKM. Pemerintah Kota Medan memperkirakan penyelenggaraan Rakernas akan mendorong perputaran ekonomi hingga sekitar Rp 72 miliar.
“Sepuluh rekomendasi yang dihasilkan akan menjadi agenda advokasi APEKSI kepada pemerintah pusat sebagai bentuk komitmen bersama pemerintah kota untuk mewujudkan kota-kota yang semakin tangguh, inklusif, dan berdaya saing, sejalan dengan semangat "Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat,” katanya.
Berikut ini 10 rekomendasi Rakernas XVIII APEKSI, yaitu:
1.Penguatan kapasitas fiskal dan reformasi hubungan keuangan pusat-daerah.
2.Penataan kebijakan ASN, PPPK, dan fleksibilitas belanja daerah.
3.Penguatan tata kelola program strategis nasional di daerah.
4.Percepatan pembangunan infrastruktur dan konektivitas wilayah.
5.Transformasi tata kelola pemerintahan dan digitalisasi layanan publik.
6.Penguatan ketahanan lingkungan dan kota berkelanjutan.
7.Penguatan ekonomi lokal dan pembangunan inklusif.
8.Penguatan tata ruang, kerja sama daerah, dan pembangunan kewilayahan.
9.Penguatan advokasi hukum dan kepastian regulasi.
10.Pelibatan generasi muda dalam pembangunan kota secara berkelanjutan.
Rekomendasi tersebut sebagai suara bersama pemerintah kota dalam memperkuat pembangunan perkotaan yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan. Rangkaian kegiatan Rakernas XVIII APEKSI yang diselenggarakan pada 28 Juni–4 Juli 2026 menjadi ruang kolaborasi bagi pemerintah kota untuk bertukar pengalaman, memperkuat jejaring, dan merumuskan solusi atas berbagai tantangan perkotaan.
Selain sebagai forum strategis organisasi, rakernas ini juga diisi dengan Youth City Changers (YCC), Ladies Program, Forum Kepala Bappeda, Forum Lingkungan Hidup, Forum Komunikasi Digital (Komdigi), Forum Pangan, Forum Bisnis dan Investasi, Karnaval Budaya Nusantara, hingga Indonesia City Expo (ICE).
Baca juga: Di Rakernas APEKSI, Menko AHY: Wali Kota Adalah Duta Terbaik untuk Tarik Investasi dan Layani Rakyat Perkotaan
Berbagai forum tersebut memperkaya pembahasan mengenai isu-isu strategis, mulai dari ketahanan fiskal, pembangunan infrastruktur, transformasi digital, ketahanan pangan, pengelolaan lingkungan, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik, yang kemudian dirumuskan menjadi rekomendasi bersama Rakernas XVIII APEKSI.
Direktur Eksekutif APEKSI, Alwis Rustam mengatakan, berbagai pembahasan dalam Rakernas mencakup penguatan ketahanan fiskal daerah, penataan kebijakan ASN, percepatan pembangunan infrastruktur, transformasi digital pemerintahan, pengelolaan lingkungan dan persampahan, ketahanan pangan, penguatan ekonomi lokal, penataan ruang dan kerja sama antardaerah, penguatan kepastian hukum, hingga peningkatan partisipasi generasi muda dalam pembangunan kota.
“Rekomendasi tersebut merupakan hasil konsolidasi berbagai forum dan pembahasan selama Rakernas. Menurutnya, pemerintah kota memiliki pengalaman langsung dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, sehingga masukan yang dirumuskan dalam Rakernas diharapkan menjadi bagian dari penguatan kebijakan nasional,” ktaanya, Jumat (3/7/2026).
Lihat video: Indonesai Gandeng Qatar Jadi Investor Program Pembangunan 3 Juta Rumah di Perkotaan
Rakernas XVIII APEKSI menegaskan ketangguhan kota tidak hanya berkaitan dengan kesiapsiagaan menghadapi bencana, tetapi juga mencakup ketahanan fiskal, pelayanan publik yang berkualitas, pembangunan ekonomi, transformasi digital, pengelolaan lingkungan, serta kolaborasi antarpemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Sebanyak 88 wali kota, 4 wakil wali kota, 2 sekretaris daerah, dan 1 kepala Bappeda dipastikan hadir dalam Rakernas XVIII APEKSI mewakili 98 kota anggota APEKSI. Karnaval budaya diperkirakan melibatkan sekitar 2.800 peserta, sementara Indonesia City Expo dan bazar menghadirkan 375 pelaku UMKM. Pemerintah Kota Medan memperkirakan penyelenggaraan Rakernas akan mendorong perputaran ekonomi hingga sekitar Rp 72 miliar.
“Sepuluh rekomendasi yang dihasilkan akan menjadi agenda advokasi APEKSI kepada pemerintah pusat sebagai bentuk komitmen bersama pemerintah kota untuk mewujudkan kota-kota yang semakin tangguh, inklusif, dan berdaya saing, sejalan dengan semangat "Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat,” katanya.
Berikut ini 10 rekomendasi Rakernas XVIII APEKSI, yaitu:
1.Penguatan kapasitas fiskal dan reformasi hubungan keuangan pusat-daerah.
2.Penataan kebijakan ASN, PPPK, dan fleksibilitas belanja daerah.
3.Penguatan tata kelola program strategis nasional di daerah.
4.Percepatan pembangunan infrastruktur dan konektivitas wilayah.
5.Transformasi tata kelola pemerintahan dan digitalisasi layanan publik.
6.Penguatan ketahanan lingkungan dan kota berkelanjutan.
7.Penguatan ekonomi lokal dan pembangunan inklusif.
8.Penguatan tata ruang, kerja sama daerah, dan pembangunan kewilayahan.
9.Penguatan advokasi hukum dan kepastian regulasi.
10.Pelibatan generasi muda dalam pembangunan kota secara berkelanjutan.
(cip)
Lihat Juga :