Pemprov DKI Bakal Bangun Tanggul 1,48 Kilometer di Kali Grogol Kemanggisan
Kamis, 02 Juli 2026 - 17:39 WIB
loading...
A
A
A
Lihat video: Cuaca Ekstrem, Normalisasi Ciliwung Prioritas Pemda
Di saat yang sama, Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta melakukan normalisasi dengan mempertahankan luas penampang Kali Grogol dan mengoptimalkan kapasitas tampungnya. Upaya tersebut ditujukan untuk memperkuat tebing sungai, memperlancar aliran air, serta mengurangi risiko luapan dan longsor saat curah hujan tinggi.
Pramono mengatakan kawasan Kemanggisan pernah mengalami banjir hingga mencapai atap rumah warga sekitar lima tahun lalu. Karena itu, Pramono menilai penyelesaian pembangunan harus dibarengi dengan pemeliharaan dan pengawasan agar seluruh infrastruktur tetap berfungsi optimal.
“Nanti kalau jalannya sudah selesai, tidak diperbolehkan siapa pun untuk membuat bangunan liar di atas jalan ini. Merawat itu terkadang lebih susah. Jangan sampai kemudian kita sudah buat turap tanggul yang baik, jalan yang baik, tetapi karena tidak dikelola dengan baik, itulah yang selalu menjadi persoalan kita bersama,” katanya.
Pramono pun mengapresiasi kolaborasi Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, DPRD DKI Jakarta, dan jajaran wilayah dalam menata kawasan yang sebelumnya menghadapi beragam persoalan.
“Tempat ini dulu tempat kumuh. Bahkan, mohon maaf, banyak orang yang mengatakan ini merupakan salah satu dunia sedikit gelap lah begitu. Salah satu tempat yang dulu dianggap tidak terselesaikan, dengan kerja sama yang baik, alhamdulillah bisa kita tangani,” jelasnya.
Di saat yang sama, Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta melakukan normalisasi dengan mempertahankan luas penampang Kali Grogol dan mengoptimalkan kapasitas tampungnya. Upaya tersebut ditujukan untuk memperkuat tebing sungai, memperlancar aliran air, serta mengurangi risiko luapan dan longsor saat curah hujan tinggi.
Pramono mengatakan kawasan Kemanggisan pernah mengalami banjir hingga mencapai atap rumah warga sekitar lima tahun lalu. Karena itu, Pramono menilai penyelesaian pembangunan harus dibarengi dengan pemeliharaan dan pengawasan agar seluruh infrastruktur tetap berfungsi optimal.
“Nanti kalau jalannya sudah selesai, tidak diperbolehkan siapa pun untuk membuat bangunan liar di atas jalan ini. Merawat itu terkadang lebih susah. Jangan sampai kemudian kita sudah buat turap tanggul yang baik, jalan yang baik, tetapi karena tidak dikelola dengan baik, itulah yang selalu menjadi persoalan kita bersama,” katanya.
Pramono pun mengapresiasi kolaborasi Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, DPRD DKI Jakarta, dan jajaran wilayah dalam menata kawasan yang sebelumnya menghadapi beragam persoalan.
“Tempat ini dulu tempat kumuh. Bahkan, mohon maaf, banyak orang yang mengatakan ini merupakan salah satu dunia sedikit gelap lah begitu. Salah satu tempat yang dulu dianggap tidak terselesaikan, dengan kerja sama yang baik, alhamdulillah bisa kita tangani,” jelasnya.
(cip)
Lihat Juga :