Resmi Dipilih dalam Munas Yogyakarta, Agus Suparmanto Siap Bawa Anggar Indonesia Go International
Minggu, 14 Juni 2026 - 08:56 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, peningkatan popularitas olahraga anggar menjadi kunci untuk menarik lebih banyak generasi muda terlibat dalam olahraga tersebut.
“Kita perlu meningkatkan awareness dan menggairahkan anggar di kalangan generasi Z. Jika popularitasnya meningkat, industri merchandising akan berkembang dan peminat baru akan bermunculan, yang pada akhirnya melahirkan prestasi-prestasi baru,” ujarnya.
Hekal berharap berbagai persoalan organisasi yang sempat menghambat perkembangan anggar dapat diselesaikan pada periode kepengurusan baru sehingga fokus pembinaan atlet bisa berjalan optimal.
Aceh Jadi Contoh Keberhasilan Pembinaan
Sementara itu, Wakil Ketua I PB IKASI, M. Nasir, menyebut Aceh dapat menjadi contoh keberhasilan pembinaan atlet anggar di daerah. Aceh berhasil menjadi juara umum cabang anggar pada PON terakhir dan memiliki ekosistem pembinaan yang kuat.
Menurut Nasir, saat ini dari 23 kabupaten/kota di Aceh, sebanyak 17 daerah telah memiliki aktivitas pembinaan anggar. Bahkan pasca-PON, Aceh memiliki gedung khusus anggar yang setiap hari dipenuhi atlet muda untuk berlatih.
“Kita punya ekosistem anggar yang berkembang. Sehari bisa sampai 100 anak dan remaja berlatih di gedung anggar. Ini menjadi modal penting untuk menjaga regenerasi atlet,” katanya.
Nasir berharap kepengurusan baru PB IKASI mampu menyelesaikan berbagai dinamika organisasi sehingga atlet-atlet terbaik hasil pembinaan daerah dapat memperoleh kesempatan tampil di SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade.
“Cita-cita atlet setelah PON adalah SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade. Itu yang harus kita buka jalannya bersama,” ujar Nasir.
“Kita perlu meningkatkan awareness dan menggairahkan anggar di kalangan generasi Z. Jika popularitasnya meningkat, industri merchandising akan berkembang dan peminat baru akan bermunculan, yang pada akhirnya melahirkan prestasi-prestasi baru,” ujarnya.
Hekal berharap berbagai persoalan organisasi yang sempat menghambat perkembangan anggar dapat diselesaikan pada periode kepengurusan baru sehingga fokus pembinaan atlet bisa berjalan optimal.
Aceh Jadi Contoh Keberhasilan Pembinaan
Sementara itu, Wakil Ketua I PB IKASI, M. Nasir, menyebut Aceh dapat menjadi contoh keberhasilan pembinaan atlet anggar di daerah. Aceh berhasil menjadi juara umum cabang anggar pada PON terakhir dan memiliki ekosistem pembinaan yang kuat.
Menurut Nasir, saat ini dari 23 kabupaten/kota di Aceh, sebanyak 17 daerah telah memiliki aktivitas pembinaan anggar. Bahkan pasca-PON, Aceh memiliki gedung khusus anggar yang setiap hari dipenuhi atlet muda untuk berlatih.
“Kita punya ekosistem anggar yang berkembang. Sehari bisa sampai 100 anak dan remaja berlatih di gedung anggar. Ini menjadi modal penting untuk menjaga regenerasi atlet,” katanya.
Nasir berharap kepengurusan baru PB IKASI mampu menyelesaikan berbagai dinamika organisasi sehingga atlet-atlet terbaik hasil pembinaan daerah dapat memperoleh kesempatan tampil di SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade.
“Cita-cita atlet setelah PON adalah SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade. Itu yang harus kita buka jalannya bersama,” ujar Nasir.
(unt)
Lihat Juga :