Resmi Dipilih dalam Munas Yogyakarta, Agus Suparmanto Siap Bawa Anggar Indonesia Go International
Minggu, 14 Juni 2026 - 08:56 WIB
loading...
A
A
A
Ia menjelaskan industri anggar dapat berkembang melalui penyediaan perlengkapan olahraga, pakaian, hingga peralatan pertandingan yang melibatkan pelaku usaha dan masyarakat.
“Semakin banyak peminat anggar, maka supply chain peralatan anggar juga akan berkembang. Saat ini masih sulit menemukan perlengkapan anggar di toko olahraga. Ini peluang besar yang harus dikembangkan,” ujarnya.
Agus menilai daerah memiliki potensi besar dalam melahirkan atlet berprestasi. Namun, masih diperlukan sosialisasi dan distribusi pengetahuan mengenai olahraga anggar secara lebih merata.
Ia berharap mantan atlet nasional dapat berperan sebagai pelatih dan mentor untuk mempercepat pembinaan di berbagai daerah.
“Justru di daerah banyak potensi. Yang diperlukan adalah sosialisasi dan penyebaran keilmuan anggar sehingga atlet-atlet muda mendapatkan kesempatan berkembang,” katanya.
Agus mengakui salah satu tantangan terbesar pengembangan anggar nasional adalah minimnya pelatih profesional. Untuk mengatasi hal itu, PB IKASI akan memperluas kerja sama dengan negara lain.
“Pelatih masih kurang. Ke depan akan ada kerja sama dengan luar negeri, termasuk Korea, untuk meningkatkan kapasitas atlet dan pelatih melalui program pelatihan,” ujarnya.
Popularitas Anggar Perlu Ditingkatkan
Sekretaris Jenderal PB IKASI, Mohamad Hekal, menyatakan seluruh jajaran pengurus siap mendukung program Ketua Umum untuk meningkatkan prestasi sekaligus memperkuat industri anggar.
“Semakin banyak peminat anggar, maka supply chain peralatan anggar juga akan berkembang. Saat ini masih sulit menemukan perlengkapan anggar di toko olahraga. Ini peluang besar yang harus dikembangkan,” ujarnya.
Agus menilai daerah memiliki potensi besar dalam melahirkan atlet berprestasi. Namun, masih diperlukan sosialisasi dan distribusi pengetahuan mengenai olahraga anggar secara lebih merata.
Ia berharap mantan atlet nasional dapat berperan sebagai pelatih dan mentor untuk mempercepat pembinaan di berbagai daerah.
“Justru di daerah banyak potensi. Yang diperlukan adalah sosialisasi dan penyebaran keilmuan anggar sehingga atlet-atlet muda mendapatkan kesempatan berkembang,” katanya.
Agus mengakui salah satu tantangan terbesar pengembangan anggar nasional adalah minimnya pelatih profesional. Untuk mengatasi hal itu, PB IKASI akan memperluas kerja sama dengan negara lain.
“Pelatih masih kurang. Ke depan akan ada kerja sama dengan luar negeri, termasuk Korea, untuk meningkatkan kapasitas atlet dan pelatih melalui program pelatihan,” ujarnya.
Popularitas Anggar Perlu Ditingkatkan
Sekretaris Jenderal PB IKASI, Mohamad Hekal, menyatakan seluruh jajaran pengurus siap mendukung program Ketua Umum untuk meningkatkan prestasi sekaligus memperkuat industri anggar.
Lihat Juga :