Dudung: Pemerintah Selalu Buka Ruang untuk Publik Sampaikan Kritik
Jum'at, 12 Juni 2026 - 17:27 WIB
loading...
A
A
A
“Jangan samakan kritik dengan provokasi, fitnah, dan adu domba yang dapat merusak persaudaraan kita sebagai bangsa,” ujar dia.
Dia menjelaskan, bangsa Indonesia tidak lahir dari jalan yang lapang, melainkan lahir dari luka yang dalam, air mata, pengorbanan, dan darah para pendiri bangsa.
Baca juga: Perjuangan Mahasiswa Tembus Bundaran HI: Diblokade di Semanggi, Saling Dorong dengan Aparat di Tosari
Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu menyoroti Indonesia pernah tercabik oleh pemberontakan PKI Madiun, DI/TII, RMS, G30S PKI, dan berbagai gerakan serupa.
“Kita pernah tercabik oleh pemberontakan PKI, DI/TII, RMS, GTO Plus PKI, dan berbagai gerakan yang ingin mengoyak merah putih dari dada bangsa ini. Kita juga pernah terkoyak oleh konflik komunalistik hingga berbagai peristiwa sosial politik di Papua dan daerah lainnya. Di sana hati nurani bangsa pernah diuji,” ujar dia.
Dia menjelaskan, bangsa Indonesia tidak lahir dari jalan yang lapang, melainkan lahir dari luka yang dalam, air mata, pengorbanan, dan darah para pendiri bangsa.
Baca juga: Perjuangan Mahasiswa Tembus Bundaran HI: Diblokade di Semanggi, Saling Dorong dengan Aparat di Tosari
Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu menyoroti Indonesia pernah tercabik oleh pemberontakan PKI Madiun, DI/TII, RMS, G30S PKI, dan berbagai gerakan serupa.
“Kita pernah tercabik oleh pemberontakan PKI, DI/TII, RMS, GTO Plus PKI, dan berbagai gerakan yang ingin mengoyak merah putih dari dada bangsa ini. Kita juga pernah terkoyak oleh konflik komunalistik hingga berbagai peristiwa sosial politik di Papua dan daerah lainnya. Di sana hati nurani bangsa pernah diuji,” ujar dia.
Lihat Juga :