The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Rabu, 10 Juni 2026 - 23:52 WIB
loading...
A
A
A
Prof. Akhmad Sodiq merasa bangga dan kebahagiaan atas kehadiran The Banjoemas di Jakarta. Menurutnya, restoran yang diinisiasi oleh Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unsoed ini menjadi ruang pemersatu dua komunitas besar, yakni keluarga besar Universitas Jenderal Soedirman dan masyarakat Banyumas Raya.
"Sesuatu yang idealnya sudah muncul sejak lama, dan hari ini akhirnya terwujud. Ini menjadi kebahagiaan bagi kami," ujarnya.
Founder The Banjoemas Resto & Cafe, Nazaruddin Latief mengatakan, menu yang disajikan memang dirancang untuk membawa pengunjung melakukan perjalanan rasa ke Banyumas. Antara lain sroto, tempe mendoan, cimplung, dan kopi Banyumas.
Latief menjelaskan, sebagai menu utama, Sroto disajikan dengan ketupat, kecambah, pilihan ayam kampung atau jeroan sapi. Sambal kacang kental dan taburan daun bawang dipadukan untuk memperkaya cita rasa.
"Referensi makanan ini diambil dari sroto Lama di Sokaraja, Sroto Jalan Bank di Purwokerto, hingga sroto Pengadilan di Purbalingga," ujarnya.
"Sesuatu yang idealnya sudah muncul sejak lama, dan hari ini akhirnya terwujud. Ini menjadi kebahagiaan bagi kami," ujarnya.
Founder The Banjoemas Resto & Cafe, Nazaruddin Latief mengatakan, menu yang disajikan memang dirancang untuk membawa pengunjung melakukan perjalanan rasa ke Banyumas. Antara lain sroto, tempe mendoan, cimplung, dan kopi Banyumas.
Latief menjelaskan, sebagai menu utama, Sroto disajikan dengan ketupat, kecambah, pilihan ayam kampung atau jeroan sapi. Sambal kacang kental dan taburan daun bawang dipadukan untuk memperkaya cita rasa.
"Referensi makanan ini diambil dari sroto Lama di Sokaraja, Sroto Jalan Bank di Purwokerto, hingga sroto Pengadilan di Purbalingga," ujarnya.
Lihat Juga :