Targetkan Oktober, Pengolahan IVO sebagai BBN Berbasis Sawit di Muba
Senin, 21 September 2020 - 16:01 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai jaminan dari Pemkab Muba mengenai ketersediaan bahan baku, lanjut Dodi, sangat penting, karena ketersedian bahan baku adalah prasarat utama desain pengembangan bisnis ini, dan didapat dari sawit petani rakyat yang diremajakan oleh pemerintah melalui BPDPKS. "Tentu di sini membuat masyarakat dan pemerintah sama-sama bahagia," bebernya.
Selain memberdayakan petani, lanjutnya, Pemkab Muba optimalkan juga produksi dengan membangun pabrik kelapa sawit sendiri, dengan luasan yang sangatlah baik dan cocok. "Bertahap kita bangun 2 sampai 3 pabrik, sehingga bisa mensuplay IVO. Kami juga akan ada standalone gasoline dan hemat biaya sehingga bisa mengurangi biaya cost produksi," ulasnya.
Sementara itu, Tim Institut Teknologi Bandung, Prof Subagjo menyebutkan, untuk rencana Pengembangan Bahan Bakar Nabati (BBN) Berbasis Sawit di tetapkan di Muba memang wajar, Kondisi baik dari dukungan pemerintah, kondisi perkebunan sawitnya, serta masyarakatnya memang spesial luar biasa. "Aktivitas dukungan pemdanya yang tinggi membuat rencana ini makin dipermudah. Ini juga menjadi alasan kuat mengapa Muba dipilih sebagai daerah pilot project," tandasnya.
Plt Direktur Kemitraan BPDPKS, Muhammad Ferian mengungkapkan bahwa Kabupaten Muba memang sudah sewajarnya menjadi percontohan bagi daerah lain. Daerah yang sudah tepat, baik dari hulu ke hilir begitu juga ketersedian bahan baku di Kabupaten Muba sudah siap dan ada.
"Intinya, Muba sebagai tempat percontohan untuk pengolahan BBN berbasis sawit, bisa diduplikasi bagi daerah lain juga. Terkait dengan akan membangun pabrik kelapa sawit di Muba, kami dari BPDPKS siap membantu penyediaan alat bagi petani, Oktober nanti pemindahan unit demetgum ke Kabupaten Muba akan dilaksanakan, sehingga operasional IVO dapat segera direalisasikan," pungkasnya.
Selain memberdayakan petani, lanjutnya, Pemkab Muba optimalkan juga produksi dengan membangun pabrik kelapa sawit sendiri, dengan luasan yang sangatlah baik dan cocok. "Bertahap kita bangun 2 sampai 3 pabrik, sehingga bisa mensuplay IVO. Kami juga akan ada standalone gasoline dan hemat biaya sehingga bisa mengurangi biaya cost produksi," ulasnya.
Sementara itu, Tim Institut Teknologi Bandung, Prof Subagjo menyebutkan, untuk rencana Pengembangan Bahan Bakar Nabati (BBN) Berbasis Sawit di tetapkan di Muba memang wajar, Kondisi baik dari dukungan pemerintah, kondisi perkebunan sawitnya, serta masyarakatnya memang spesial luar biasa. "Aktivitas dukungan pemdanya yang tinggi membuat rencana ini makin dipermudah. Ini juga menjadi alasan kuat mengapa Muba dipilih sebagai daerah pilot project," tandasnya.
Plt Direktur Kemitraan BPDPKS, Muhammad Ferian mengungkapkan bahwa Kabupaten Muba memang sudah sewajarnya menjadi percontohan bagi daerah lain. Daerah yang sudah tepat, baik dari hulu ke hilir begitu juga ketersedian bahan baku di Kabupaten Muba sudah siap dan ada.
"Intinya, Muba sebagai tempat percontohan untuk pengolahan BBN berbasis sawit, bisa diduplikasi bagi daerah lain juga. Terkait dengan akan membangun pabrik kelapa sawit di Muba, kami dari BPDPKS siap membantu penyediaan alat bagi petani, Oktober nanti pemindahan unit demetgum ke Kabupaten Muba akan dilaksanakan, sehingga operasional IVO dapat segera direalisasikan," pungkasnya.
(alf)
Lihat Juga :