Wali Kota Aminullah: Pembangunan Ekonomi Harus Difokuskan untuk Kemakmuran Rakyat
Senin, 21 September 2020 - 15:40 WIB
loading...
A
A
A
Selama ini UMKM sulit berkembang karena terkendala akses permodalan. Dengan hadirnya Mahirah Muamalah kemudian menjadi solusi dimana sektor usaha mikro dan kecil sangat mudah mendapatkan bantuan pembiayaan dengan sistem syariah.
“Kadang untuk mendapatkan modal usaha mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 5 juta tentu tak ter-cover oleh perbankan. Kita bantu lewat Mahirah,” ungkap Aminullah yang juga Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Aceh ini.
Saat ini, sekitar 2 Tahun 4 bulan usia Mahirah, lembaga keuangan milik Pemerintah Kota Banda Aceh sudah mengucurkan hingga Rp17 miliar modal pembiayaan bagi pelaku usaha kecil, mayoritas sektor UMKM. Bahkan selama pandemi pun, kucuran modal usaha itu tidak terhenti.
Disamping itu, masih banyak kebijakan lain seperti program pasar murah online, masyarakat kota diberikan kesempatan menebus bahan pokok dengan harga murah. Lewat program ini, Pemko melalui Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan menggandeng toko-toko yang merupakan pelaku UMKM di Banda Aceh sebagai penyedia kebutuhan pokok tersebut. Mereka diminta menyediakan beras, gula, telur hingga minyak makan untuk ditebus murah oleh warga karena telah di subsidi Pemko.
Lewat program dan strategi-strategi tersebut, sektor UMKM masih tetap berdaya, bahkan tumbuh pesat di Banda Aceh. Terbukri jumlah UMKM di Banda Aceh hingga saat ini mencapai 12.970 unit (Data Mei 2020). Jauh meningkat dibanding tahun 2018 (10.994 unit) dan tahun 2019 (12.012 unit). (mkk)
“Kadang untuk mendapatkan modal usaha mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 5 juta tentu tak ter-cover oleh perbankan. Kita bantu lewat Mahirah,” ungkap Aminullah yang juga Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Aceh ini.
Saat ini, sekitar 2 Tahun 4 bulan usia Mahirah, lembaga keuangan milik Pemerintah Kota Banda Aceh sudah mengucurkan hingga Rp17 miliar modal pembiayaan bagi pelaku usaha kecil, mayoritas sektor UMKM. Bahkan selama pandemi pun, kucuran modal usaha itu tidak terhenti.
Disamping itu, masih banyak kebijakan lain seperti program pasar murah online, masyarakat kota diberikan kesempatan menebus bahan pokok dengan harga murah. Lewat program ini, Pemko melalui Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan menggandeng toko-toko yang merupakan pelaku UMKM di Banda Aceh sebagai penyedia kebutuhan pokok tersebut. Mereka diminta menyediakan beras, gula, telur hingga minyak makan untuk ditebus murah oleh warga karena telah di subsidi Pemko.
Lewat program dan strategi-strategi tersebut, sektor UMKM masih tetap berdaya, bahkan tumbuh pesat di Banda Aceh. Terbukri jumlah UMKM di Banda Aceh hingga saat ini mencapai 12.970 unit (Data Mei 2020). Jauh meningkat dibanding tahun 2018 (10.994 unit) dan tahun 2019 (12.012 unit). (mkk)
(alf)
Lihat Juga :