Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, APJI Harap Tata Kelola Program MBG Dibenahi
Jum'at, 05 Juni 2026 - 16:58 WIB
loading...
A
A
A
"Pelatihan itu penting sekali. Banyak relawan yang tidak semuanya punya background boga. Karena itu yang kami berikan adalah pelatihan food handling, bagaimana penanganan makanan yang benar dari awal sampai akhir," kata Indah.
Lihat video: Gantikan Dadan Hindayana, Kepala BGN Baru Nanik S Deyang Buka Suara!
Melalui Satgas MBG, APJI telah melakukan pelatihan di sejumlah dapur MBG di wilayah Jabodetabek dan Palembang. Program tersebut mencakup berbagai aspek penting mulai dari kebersihan personal, penggunaan alat pelindung diri (APD), penerimaan bahan baku, proses pengolahan makanan, hingga penyimpanan dan distribusi makanan sesuai standar keamanan pangan.
Menurut Indah, pelatihan tidak hanya diberikan dalam bentuk teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan. Pendekatan tersebut dilakukan agar para pengelola dapur benar-benar memahami prosedur yang harus diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. "Semua kegiatan dalam dapur dari hulu sampai hilir kami berikan pelatihan. Ada materi dan juga praktik langsung supaya teman-teman di lapangan benar-benar memahami bagaimana penanganan makanan yang baik," ujarnya.
Indah menjelaskan bahwa upaya pencegahan keracunan makanan harus dilakukan secara menyeluruh karena potensi kontaminasi dapat muncul dari berbagai faktor. Selain kualitas bahan baku, kualitas air yang digunakan dan kedisiplinan petugas dalam menjalankan prosedur operasional standar (SOP) juga menjadi faktor yang sangat menentukan.
Menurutnya, keberhasilan Program MBG tidak hanya bergantung pada menu yang disiapkan, tetapi juga pada disiplin seluruh pihak dalam menjaga standar kebersihan dan keamanan pangan selama proses produksi berlangsung.
"Bisa dari air, bisa dari bahan baku, dan bisa juga dari food handler atau penjamah makanannya. Kalau tidak higienis dan SOP tidak dijalankan dengan baik, tentu risiko kontaminasi bisa terjadi. Karena itu seluruh proses harus benar-benar diperhatikan," kata Indah.
Lihat video: Gantikan Dadan Hindayana, Kepala BGN Baru Nanik S Deyang Buka Suara!
Melalui Satgas MBG, APJI telah melakukan pelatihan di sejumlah dapur MBG di wilayah Jabodetabek dan Palembang. Program tersebut mencakup berbagai aspek penting mulai dari kebersihan personal, penggunaan alat pelindung diri (APD), penerimaan bahan baku, proses pengolahan makanan, hingga penyimpanan dan distribusi makanan sesuai standar keamanan pangan.
Menurut Indah, pelatihan tidak hanya diberikan dalam bentuk teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan. Pendekatan tersebut dilakukan agar para pengelola dapur benar-benar memahami prosedur yang harus diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. "Semua kegiatan dalam dapur dari hulu sampai hilir kami berikan pelatihan. Ada materi dan juga praktik langsung supaya teman-teman di lapangan benar-benar memahami bagaimana penanganan makanan yang baik," ujarnya.
Indah menjelaskan bahwa upaya pencegahan keracunan makanan harus dilakukan secara menyeluruh karena potensi kontaminasi dapat muncul dari berbagai faktor. Selain kualitas bahan baku, kualitas air yang digunakan dan kedisiplinan petugas dalam menjalankan prosedur operasional standar (SOP) juga menjadi faktor yang sangat menentukan.
Menurutnya, keberhasilan Program MBG tidak hanya bergantung pada menu yang disiapkan, tetapi juga pada disiplin seluruh pihak dalam menjaga standar kebersihan dan keamanan pangan selama proses produksi berlangsung.
"Bisa dari air, bisa dari bahan baku, dan bisa juga dari food handler atau penjamah makanannya. Kalau tidak higienis dan SOP tidak dijalankan dengan baik, tentu risiko kontaminasi bisa terjadi. Karena itu seluruh proses harus benar-benar diperhatikan," kata Indah.
Lihat Juga :