Warga Pulau di Pangkep Titip Perbaikan Jalan hingga Listrik ke Anir-Lutfi
Senin, 21 September 2020 - 14:13 WIB
loading...
A
A
A
Eni menyebut Anir-Lutfi, sebagai cabup-cawabup yang cinta warga kepulauan. Dia memberi sebutan keduanya, sebagai sosok yang tidak lahir dari gelombang yang tenang.
"Kami warga kepulauan, merasa bahagia. Bahwa baru kali ini calon bupati perempuan yang mau langsung menyapa masyarakat kepulauan dan mendengar keluhan warga," tandas Eni.
Di Pulau Laiya, Anir-Lutfi disambut meriah. Ratusan pendukungnya berkumpul bersama di bawah pohon, sambil mendengar sambutan calon kepala daerah Kabupaten Pangkep tersebut.
Baca juga: Pendamping PKH di Pangkep Diduga Intervensi Warga Dukung Kandidat Tertentu
"Apakah bapak dan ibu menginginkan Pangkep dipimpin bupati perempuan?" tanya Anir kepada warga. "Iya," jawab warga pulau Laiya diiringi aplaus.
Di pulau Podang-podang, dukungan juga berdatangan kepada Anir-Lutfi. Dari emak-emak hingga bapak-bapak memberi dukungannya kepada Anir Lutfi, dengan meneriakkan kalimat: "Perempuan Bisa Tonji, Anir Bisa Tonji."
Mereka menganggap, perempuan saat ini harus bisa menjadi pemimpin demi keseteraan gender di Pangkep. Apalagi para nelayan tersebut, sudah merasakan selama ini dipimpin bupati seorang laki-laki. Kini, mereka mau, bupati Pangkep seorang wanita.
"Kami warga kepulauan, merasa bahagia. Bahwa baru kali ini calon bupati perempuan yang mau langsung menyapa masyarakat kepulauan dan mendengar keluhan warga," tandas Eni.
Di Pulau Laiya, Anir-Lutfi disambut meriah. Ratusan pendukungnya berkumpul bersama di bawah pohon, sambil mendengar sambutan calon kepala daerah Kabupaten Pangkep tersebut.
Baca juga: Pendamping PKH di Pangkep Diduga Intervensi Warga Dukung Kandidat Tertentu
"Apakah bapak dan ibu menginginkan Pangkep dipimpin bupati perempuan?" tanya Anir kepada warga. "Iya," jawab warga pulau Laiya diiringi aplaus.
Di pulau Podang-podang, dukungan juga berdatangan kepada Anir-Lutfi. Dari emak-emak hingga bapak-bapak memberi dukungannya kepada Anir Lutfi, dengan meneriakkan kalimat: "Perempuan Bisa Tonji, Anir Bisa Tonji."
Mereka menganggap, perempuan saat ini harus bisa menjadi pemimpin demi keseteraan gender di Pangkep. Apalagi para nelayan tersebut, sudah merasakan selama ini dipimpin bupati seorang laki-laki. Kini, mereka mau, bupati Pangkep seorang wanita.
Lihat Juga :