Workshop Pengasuh Bahas Strategi Pesantren Tetap Berkembang di Era Disrupsi
Senin, 01 Juni 2026 - 22:17 WIB
loading...
A
A
A
"Ini karena syarat untuk mengikuti harus pengasuh, tidak bisa diwakilkan, dan harus memiliki santri minimal 100 orang," kata panitia.
Dari lembar kuesioner yang diterima panitia, 85% peserta menyatakan workshop telah mengubah keyakinannya bahwa jalan untuk menembus PTN dalam negeri dan untuk mendapatkan beasiswa ke kampus-kampus luar negeri bagi lulusan pesantren semakin gamblang.
"Penjelasan KH Imam Jazuli sebagai konseptor dan eksekutor atas berbagai strategi untuk menembus PTN dalam negeri dan kampus luar negeri di workshop ini membuat kami makin paham dan makin banyak pilihan yang bisa dilakukan oleh pesantren," ungkap KH. Anas Nasrudin, dari Ciamis.
Selain memperkaya strategi, KH. Hasan Sadili dari Sukabumi menyampaikan, "Dari workshop ini saya mendapatkan peta jalan untuk melakukan transformasi di pesantren. Sebelum-sebelumnya, saya sudah beberapa kali mengikuti kegiatan semacam ini untuk pesantren, tetapi bahasannya lebih banyak ke motivasi dan penyadaran, belum ke aksi, apalagi diberi trip dan trik-trik rahasia seperti di workshop ini."
"Bagi saya, workshop ini memberi gambaran mengenai dahsyatnya kekuatan medsos bagi yang bisa menggunakan. Kia Imam Jazuli menjelaskan dari pengalaman nyata dan cara-cara menggunakan kekuatan medsos untuk pertumbuhan pesantren. Yang lebih mengagumkan, peserta juga akan diberi pelatihan khusus mengenai digital marketing untuk branding pesantren," jelas KH. Apip Ifan Permadi dari Tasikmalaya menyampaikan terima kasihnya.
Di sambutan pembukaan, Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia menyampaikan bahwa di tengah perubahan yang dahsyat akibat disrupsi teknologi, pesantren harus digdaya, berjaya, dan lebih berguna bagi pembangunan Indonesia. Caranya harus meningkatkan kualitas pendidikan untuk menggenjot pertumbuhan.
Menurut Kiai Imam, ketika pesantren semakin dipercaya masyarakat, maka secara otomatis pesantren itu digdaya dan berjaya dalam menghadapi perubahan. Karena itu, fokus workshop ini adalah pertumbuhan dan peningkatan kualitas pendidikan pesantren.
Dari lembar kuesioner yang diterima panitia, 85% peserta menyatakan workshop telah mengubah keyakinannya bahwa jalan untuk menembus PTN dalam negeri dan untuk mendapatkan beasiswa ke kampus-kampus luar negeri bagi lulusan pesantren semakin gamblang.
"Penjelasan KH Imam Jazuli sebagai konseptor dan eksekutor atas berbagai strategi untuk menembus PTN dalam negeri dan kampus luar negeri di workshop ini membuat kami makin paham dan makin banyak pilihan yang bisa dilakukan oleh pesantren," ungkap KH. Anas Nasrudin, dari Ciamis.
Selain memperkaya strategi, KH. Hasan Sadili dari Sukabumi menyampaikan, "Dari workshop ini saya mendapatkan peta jalan untuk melakukan transformasi di pesantren. Sebelum-sebelumnya, saya sudah beberapa kali mengikuti kegiatan semacam ini untuk pesantren, tetapi bahasannya lebih banyak ke motivasi dan penyadaran, belum ke aksi, apalagi diberi trip dan trik-trik rahasia seperti di workshop ini."
"Bagi saya, workshop ini memberi gambaran mengenai dahsyatnya kekuatan medsos bagi yang bisa menggunakan. Kia Imam Jazuli menjelaskan dari pengalaman nyata dan cara-cara menggunakan kekuatan medsos untuk pertumbuhan pesantren. Yang lebih mengagumkan, peserta juga akan diberi pelatihan khusus mengenai digital marketing untuk branding pesantren," jelas KH. Apip Ifan Permadi dari Tasikmalaya menyampaikan terima kasihnya.
Di sambutan pembukaan, Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia menyampaikan bahwa di tengah perubahan yang dahsyat akibat disrupsi teknologi, pesantren harus digdaya, berjaya, dan lebih berguna bagi pembangunan Indonesia. Caranya harus meningkatkan kualitas pendidikan untuk menggenjot pertumbuhan.
Menurut Kiai Imam, ketika pesantren semakin dipercaya masyarakat, maka secara otomatis pesantren itu digdaya dan berjaya dalam menghadapi perubahan. Karena itu, fokus workshop ini adalah pertumbuhan dan peningkatan kualitas pendidikan pesantren.
Lihat Juga :